JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Pengamat Sarankan Ini ke KPU Terkait Usulan PSI

07 Desember 2018, 15:22:42 WIB | Editor: Estu Suryowati
Pengamat Sarankan Ini ke KPU Terkait Usulan PSI
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pengamat politik dari Populi Center, Usep S Ahyar meminta Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) tak hanya fokus pada era Orde Baru jika ingin mengakomodasi usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tentang materi korupsi. Pasalnya, hal itu terlalu tendensius.

‎"Kalau ditujukan ke Orde Baru ya itu agak tendensius. Karena reformasi korupsinya juga tidak berhenti. Lalu kemudian Orde Lama juga ada," ujar Usep dalam diskusi, Kamis (6/12).

Menurut Usep, kalau KPU ingin memasukkan materi tentang korupsi dalam debat capres-cawapres, maka sebaiknya yang dibahas adalah pada semua era. Sehingga materi debat itu lebih adil dan tidak menyudutkan salah satu pihak.

"Bahas saja korupsi secara keseluruhan di Indonesia, dan itu harus menjadi agenda utama dan diskusi utama dalam pemerintahan ke depan," katanya.

‎"Beberapa kali ganti pemerintahan korupsi masih banyak. Kalau kita lihat dari pilkada-pilkada itu kepala daerah semua korupsi harus jadi isu utama," pungkasnya.

‎Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, siapa saja boleh mengusulkan tema debat termasuk soal korupsi era Orde Baru sebagai bahan materi debat capres-cawapres. KPU pun terbuka dengan usulan itu. Bahkan ada juga yang mengusulkan mengenai komitmen capres-cawapres soal lingkungan, isu hukum dan lain-lain.

"Kalau usulan kan siapa saja boleh mengusulkan. Kalau soal apa yang jadi kontennya nanti kami lihat dulu lah usulannya seperti apa," ujar ‎Arief saat dikonfirmasi, Rabu (5/12) malam.

Sementara Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Viryan Aziz mengatakan, pihaknya bakal membahas usulan PSI. Adapun korupsi era Orde Baru masuk dalam debat capres-cawapres di‎usulkan oleh PSI lewat Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni.

"Iya (iya akan dibahas), nanti akan jadi catatan dan masukan kami yang akan dibahas," katanya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up