JawaPos Radar | Iklan Jitu

‎Polemik Politisasi Agama, Elektabilitas Jokowi Tetap Ungguli Prabowo

12 Januari 2019, 14:19:19 WIB
Pilpres 2019
Ilustrasi: Pilpres 2019 (Koko/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com ‎- Gelombang politik identitas bernuansa agama terus menjadi komoditas elite-elite politisi. Setelah memuncak pada Pilkada DKI Jakarta lalu, politisasi agama masih mewarnai wacana publik jelang pemilu serentak pada April mendatang. Calon presiden (capres) Prabowo Subianto misalnya, tampak menggunakan momentum reuni 212 untuk mendulang dukungan suara.

Di sisi lain, kubu capres Jokowi berbalik menggunakan senjata yang sama untuk menghadang serangan rivalnya. Dimulai sejak terpilihnya Kiai Ma’ruf Amin sebagai pasangan calon wakil presiden (cawapres), hingga lontaran isu-isu yang menggugat religiusitas Prabowo dan Sandiaga Uno.

Puncaknya, muncul desakan untuk menggelar uji baca Alquran bagi capres-cawapres. Apakah pro dan kontra seputar politisasi agama berdampak signifikan terhadap elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres?

Lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tetap jauh mengungguli pasangan Prabowo-Sandi.

“Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 55,6 persen, terpaut lebih dari 20 persen dibanding Prabowo-Sandi yang hanya meraih 32,3 persen,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (12/1).

Sisanya sebanyak 12,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab. Dibandingkan hasil survei sebelumnya pada periode November 2018, elektabilitas kedua pasangan cenderung tidak berubah signifikan. Sebelumnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 30,6 persen. Sementara responden yang tidak tahu atau tidak menjawab turun dari sebelumnya 14,8 persen.

Meskipun dinilai sudah tidak lagi efektif sebagai strategi politik, Vivin meyakini bahwa politisasi agama tidak akan menghilang begitu saja.

“Perdebatan tentang hubungan agama dan negara sudah setua umur republik, sudah saatnya wacana tersebut dikelola dengan baik setelah dinamika pasca-reformasi silam," ungkapnya.

Adapun survei indEX Research dilakukan pada 17-28 Desember 2018, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini