JawaPos Radar | Iklan Jitu

Survei Index: PSI-Berkarya Mengalami Kenaikan Elektabilitas

12 Januari 2019, 11:28:13 WIB
PSI
Ilustrasi: PSI (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dinamika partai politik (parpol) selama tiga bulan masa kampanye bervariasi. Sejumlah parpol mengalami kenaikan elektabilitas, terkerek oleh coattail effect maupun manuver yang dilancarkan elite-elite parpol. Sebagian lagi mengalami penurunan elektabilitas ataupun cenderung stabil.

Di antara lima besar parpol, PDIP dan Gerindra paling banyak mengalami kenaikan elektabilitas. Temuan lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan elektabilitas PDIP meningkat dari 23,1 persen pada survei periode November 2018 menjadi 25,7 persen. Sedangkan Gerindra naik dari 12,3 persen menjadi 14,7 persen.

“Kenaikan elektabilitas PDIP dan Gerindra tidak mengherankan, mengingat kedua parpol adalah pengusung utama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres),” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (12/1).

Sementara itu PKB relatif stabil pada kisaran 7,3 - 7,5 persen. Terkait erat dengan basis Nahdlatul Ulama (NU), kehadiran sosok cawapres Kiai Ma’ruf Amin dinilai masih belum berdampak signifikan mengerek elektabilitas capres pasangannya, Jokowi.

"Mesin kampanye PKB dan Kiai Ma’ruf tampak belum sinkron,” katanya.

Sebaliknya, Golkar mengalami penurunan paling dalam dari sebelumnya 12,8 persen menjadi tinggal 9,8 persen. Penurunan juga dialami Demokrat, melemah dari 5,4 persen menjadi 4,6 persen.

“Tidak terwakilinya Golkar dan Demokrat dalam pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) menjadikan semangat caleg-caleg di basis suara turut merosot,” ungkapnya.

Menurut Vivin, pemilu yang kali ini berjalan serentak lebih banyak didominasi wacana pertarungan Pilpres. Di antara strategi yang dilakukan, Golkar merekrut Tuan Guru Bajang (TGB) yang sempat digadang-gadang sebagai capres, sedangkan manuver Andi Arief dapat dibaca kaitannya dengan menjaga elektabilitas Demokrat.

Pada papan menengah ke bawah, sebagian besar parpol cenderung stabil elektabilitasnya. Yang paling mengalami kenaikan adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Berkarya.

“PSI naik dari 1,2 persen menjadi 2,3 persen, sedangkan Berkarya dari sebelumnya hanya 0,1 persen menjadi 0,8 persen,” terangnya.

Menurut Vivin, baik PSI maupun Berkarya mengandalkan strategi melontarkan isu-isu kontroversial untuk mendapatkan efek elektoral. “PSI memanfaatkan isu-isu sensitif seperti Perda Syariah, poligami, hingga ucapan selamat Natal, sedangkan Berkarya menjual Soeharto sebagai Bapak Pembangunan pada era Orde Baru,” pungkasnya.

Adapun survei indEX Research dilakukan pada 15-24 Desember 2018, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up