
Khairul Jasmi.
PADA senja yang terasa halus, perlahan tirai malam menyungkup jantung Surabaya. Bangunan tua, kantor gubernur yang nyaris satu abad, berdiri dengan wibawa yang nyaris sunyi. Kemilau lampu-lampu menyala di berandanya, memantulkan cahaya lembut pada dinding putih dan tiang-tiang kolonial yang kokoh. Seolah jadi rumah bagi sejarah kota itu. Juga langkah kota yang tak pernah berhenti. Pada zamannya, Belanda menyebut Het Nieuwe Gouverneurskantoor te Soerabaia. Kantor Gubernur yang Baru di Surabaya.
Dan, pada Selasa 3 Maret 2026 sore, saya tiba di halaman kantor gubernur Jawa Timur, Surabaya, tersebut. Usianya sudah 94 tahun. Cahaya lampu menyiram kantor itu membuat bangunan tampak seperti benteng kecil. Dari sinilah letak titik nol kilometer Jawa Timur.
Kantor ini diresmikan Kamis 10-12-1931. Direktur Pekerjaan Umum Sipil Hindia Belanda (BOW), secara resmi 22 Juli 1929, menugaskan pembangunan pada arsitek terkenal, Ir. W. Lemei, kepala Dinas Bangunan Nasional di Surabaya. Pemenang tendernya, N.V. Nederlandsche Aannemings Maatschappij (NEDAM).
Setelah dinasionalisasi perusahaan ini berganti nama jadi PT Nindya Karya. Kantor pusatnya di Tegal Sari, Surabaya dan kantor operasional di Batavia. Hadir di Indonesia sejak 1921.
Direksi Nedam, Tuan Frijing menyampaikan pidato saat peresmian itu. Katanya, perusahaannya menerima tidak kurang dari 357 (tiga ratus lima puluh tujuh) gambar dari kantor Landsgebouwendienst. Ini tidak termasuk studi dan sketsa pendahuluan arsitektur yang jumlahnya kemungkinan besar tidak dapat diperkirakan.
Nedam merancang sekitar 300 gambar dan kanopi yang berbeda, 900 kolom yang berbeda, dan 1.600 elemen yang berbeda dan balok-balok, sementara 317 gambar konstruksi dibuat.
Pada Mei 1929, perusahaan konstruksi Belanda "Nedam" memulai pembangunan kantor tersebut. Pekerjaan selesai pada Agustus 1931 dan kantor tersebut diresmikan pada 10 Desember 1931.
Kantor Gubernur Jawa Timur. (Dok. Khairul Jasmi)
Het Nieuwe Gouverneurskantoor, demikian judul berita koran sore yang terbit di Surabaya, De Indische Courant, edisi Kamis 10-12-1931 yang melaporkan serimoni peresmian. Laporan wartawan koran ini, nyaris mengisi semua ruang di halaman dua, dilengkapi pula dengan dua foto.
Pada foto 1931, menara jam setinggi 45 tampak gagah di kantor tersebut, serupa dengan raadhuis atau balaikota Padang. Kedua kantor ini dibangun Nedam pada tahun yang berbeda. Bangunan dirancang oleh arsitek Ir. Wijnand Lemei. Karyanya paling terkenal memang kantor gubernur Jawa Timur yang kini terletak di Jalan Pahlawan, Surabaya. Insinyur ini lahir 1892 dan meninggal dunia 1945. Pria ini berkarir di Departemen Pekerjaan Umum Belanda Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W.) atau Dinas Pekerjaan Umum Hindia Belanda.
Menurut Nieuw Soerabaia sejarah kota perdagangan terkemuka di Hindia Belanda yang diterbitkan 1935, “Fasad kantor gubernur baru di Passer Besar, simbol Surabaya modern. Bangunan yang berkarakter terbuka dan oriental ini terletak di pusat kawasan bisnis dan perbelanjaan di jalan utama kota. Fasad samping menghadap Djoharlaan, yang kemudian menjadi akses menuju kabin stasiun kereta api SS. (Staatsspoorwegen-pen).
Kantor Gubernur: sebuah taman umum kecil dengan penanda kilometer "nol" dari mana semua jalan provinsi akan diukur kilometernya di masa mendatang.
Kantor gubernur ini memungut gaya Nieuwe Indische, yaitu menghadirkan bangunan besar, simetris dan monumental. Dinding tebal dicat putih. Dinding itu memakai semen dari Padang. Jendela tinggi dan ramping, untuk keperluan ventelasi tropis maka koridor dan teras dibuat lebar. Atap dibuat datar dengan parapet, yaitu pinggirna dibuat seperti benteng kecil. Namun, ada juga sentuhan art deco kolonial dengan adanya menara jam yang geometris.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
