
Endang Tirtana
Oleh: Endang Tirtana, pemerhati politik dan sosial
“Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.” — Mohammad Hatta
Kalimat Bung Hatta itu terasa semakin dalam ketika kita memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Sebab, kemerdekaan tidak pernah dimaksudkan sebagai garis akhir.
Kemerdekaan adalah pintu yang dibuka para pendiri bangsa agar rakyat Indonesia dapat berdiri dengan martabatnya sendiri, hidup lebih sejahtera, memperoleh kesempatan yang adil, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Karena itu, ukuran kemerdekaan tidak cukup hanya dilihat dari kemampuan sebuah bangsa mempertahankan kedaulatannya. Kemerdekaan juga harus terlihat dari kemampuan negara menyediakan pangan bagi rakyatnya, membuka lapangan pekerjaan, menghadirkan pendidikan yang layak, menyediakan layanan kesehatan, membangun industri, mengelola sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta memastikan negara hadir ketika rakyat membutuhkan.
Dalam konteks itulah, pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada 14 Agustus 2026 menjadi penting untuk dibaca sebagai laporan perjalanan sebuah pemerintahan sekaligus gambaran arah besar pembangunan Indonesia.
Setelah 21 bulan memimpin pemerintahan, Presiden Prabowo menunjukkan sejumlah capaian yang menandai perubahan arah kebijakan nasional. Pemerintah menyampaikan berbagai kebijakan transformatif, percepatan swasembada pangan, peningkatan investasi, pembangunan dan revitalisasi sekolah, perluasan layanan sosial, hingga pembenahan badan usaha milik negara.
Tentu saja, sebuah pemerintahan tidak boleh dinilai hanya dari banyaknya kebijakan yang dibuat. Kebijakan pada akhirnya harus diuji melalui hasil. Apakah produksi pangan meningkat? Apakah investasi menciptakan pekerjaan? Apakah sekolah menjadi lebih layak? Apakah industri nasional semakin kuat? Dan yang paling penting, apakah kehidupan rakyat bergerak menuju keadaan yang lebih baik?
Salah satu keberhasilan paling strategis pemerintahan Prabowo adalah percepatan agenda swasembada pangan. Pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022