
Media Gathering "Dari Indonesia ke Dunia: Merayakan Dampak Global Kreator Lokal di TikTok Discover List 2026, di Jakarta, Jumat (6/3)./(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com – Kreator digital Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk dikenal di tingkat global melalui konten yang autentik, menarik, dan relevan dengan komunitas. Di platform video pendek seperti TikTok misalnya, memberi ruang bagi kreator dari berbagai latar belakang untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Communications Lead TikTok Indonesia, Edwin Marcel Lengkei mengatakan bahwa, tren konten yang berpotensi membawa kreator Indonesia dikenal secara global sebenarnya tidak terbatas pada satu jenis topik tertentu. Selama konten yang dibuat memiliki unsur keaslian dan relevansi, peluang untuk ditemukan oleh audiens akan selalu terbuka.
“Apapun kontennya selama autentik, menarik, dan relevan pasti selalu ada jalan untuk ditemukan sama komunitasnya masing-masing,” kata Edwin dalam sesi Media Gathering "Dari Indonesia ke Dunia: Merayakan Dampak Global Kreator Lokal di TikTok Discover List 2026, di Jakarta, Jumat (6/3).
Edwin menjelaskan, mekanisme distribusi konten di TikTok memungkinkan kreator ditemukan oleh komunitas yang memiliki minat serupa, terlepas dari jumlah pengikut yang mereka miliki.
“Kalau kekuatan konten penemuan TikTok itu kan membantu para kreator mau berapapun follower-nya bisa mendapatkan komunitasnya, bisa menemukan orang-orang yang menyukai kontennya dengan minat dan relevansi yang sama,” ungkapnya.
Edwin menjelaskan, platform TikTok dirancang agar kreator dapat menyalurkan inspirasi sekaligus menemukan audiens yang tepat sesuai minat konten yang mereka buat. Ia mencontohkan kreator dengan topik yang sangat spesifik sekalipun tetap dapat menemukan penontonnya.
“Misalnya Andrea Novita, minatnya soal teknik pangan, mikrobiologi, yang mungkin bukan jadi keinginan semua orang tapi tetep ada audiensnya di TikTok,” tuturnya.
Hal serupa juga terlihat pada kreator yang menggabungkan berbagai jenis konten. Edwin menyebut kreativitas dalam memadukan tema konten dapat memperluas jangkauan sekaligus memperkuat komunitas.
“Begitu pun sama misalnya Irene Suwandi, boleh konten komedi terus abis itu mulai konten DIY, beauty, sampai Irene buat lightstick, itu juga ada audiensnya. Karena Irene juga memadukan kekuatan fandom dan juga dunia hiburan,” jelasnya.
Meski demikian, Ia menambahkan, kreator juga perlu memikirkan strategi agar konten yang dibuat tidak hanya menjangkau audiens, tetapi juga memberi dampak bagi komunitas yang mereka bangun.
“Jadi kreasi ini juga perlu dipikirin juga strateginya sama teman-teman kreator agar konten mereka nggak cuma sampai tapi juga punya dampak di komunitas masing-masing,” pungkas Edwin.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
