
Menkomdigi Meutya Hafid. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Indonesia menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana melestarikan kekayaan budaya nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai ruang digital harus mampu mengakomodasi bahasa daerah, pengetahuan masyarakat adat, dan komunitas lokal agar berkembang seiring kemajuan teknologi.
Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh kecanggihan teknologi maupun besarnya nilai ekonomi digital, melainkan juga oleh kemampuannya menjaga keragaman budaya, memperluas akses masyarakat, dan menghadirkan manfaat yang merata.
"Teknologi digital harus menjadi jembatan antara inovasi dan kebudayaan. Bahasa lokal, pengetahuan adat, dan komunitas lokal harus menjadi bagian dari masa depan digital," ujar Meutya saat berbicara dalam WSIS Forum 2026 Ministerial Roundtable dikutip Minggu (12/7).
Dalam kesempatan yang sama, Indonesia mengajak negara-negara lain memperkuat kerja sama global agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata. Menurut pemerintah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, alih teknologi, pembiayaan yang berkelanjutan, serta keterlibatan negara berkembang dalam penyusunan tata kelola digital dunia menjadi faktor penting untuk menciptakan transformasi digital yang inklusif.
Meutya mengatakan pemerintah terus memperkuat ekosistem digital nasional melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan literasi dan keterampilan digital, penguatan tata kelola data, peningkatan keamanan siber, pengembangan infrastruktur digital publik, hingga pemanfaatan teknologi-teknologi baru. Berbagai upaya tersebut juga diselaraskan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 guna menghadirkan layanan publik yang semakin mudah dijangkau dan berkualitas.
Sebagai bentuk implementasi, pemerintah telah mengoperasikan Satelit SATRIA-1, mengoptimalkan jaringan Palapa Ring, serta memperluas cakupan layanan 5G untuk memperkuat konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.
"Namun, tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan konektivitas. Transformasi digital harus menciptakan produktivitas, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Meutya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mengembangkan ekonomi digital nasional yang saat ini bernilai sekitar 100 miliar dolar AS atau hampir sepertiga dari total ekonomi digital ASEAN. Nilai tersebut ditargetkan meningkat menjadi 200 miliar dolar AS pada 2030.
Bersamaan dengan pertumbuhan tersebut, pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
