JawaPos Radar | Iklan Jitu

Irit BBM Masih Jadi Pertimbangan Utama Sebelum Membeli Mobil

01 Desember 2018, 17:23:20 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Irit BBM Masih Jadi Pertimbangan Utama Sebelum Membeli Mobil
Event Daihatsu Dress-up Challenge (DDC) dan Slalom Tim Battle 2018 bertujuan untuk mewadahi kreativitas para modifikator mobil. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Faktor utama masyarakat Indonesia memilih kendaraan adalah yang hemat bahan bakar minyak (BBM). Tak heran, prinsipal otomotif masih berlomba-lomba melakukan inovasi untuk menciptakan kendaraan-kendaraan yang hemat BBM sesuai permintaan pasar di dalam negeri.

“Dalam survei yang kami adakan, tingkat penggunaan BBM paling hemat yang menjadi faktor utama dari 10 faktor yang menjadi latar belakang konsumen membeli mobil,” ujar Executive Coordinator Domestic Marketing Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rokky Irvayandi dalam jumpa pers final kontes modifikasi bertajuk Daihatsu Dress-Up Challenge (DDC) dan Slalom Time Battle 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (1/12).

Rokky mengungkapkan, faktor efisiensi bahan bakar masih menjadi pertimbangan utama membeli mobil dengan skor 56,7 persen, diatas faktor harga 56,2 persen, lalu faktor ketersediaan produksi 55,0 persen, dan adanya model baru 50,1 persen."Faktor pertimbangan lainnya seperti performa mobil, kenyamanan mengemudi, ukuran bodi, warna, dan juga rekomendasi keluarga," sebutnya.

Irit BBM Masih Jadi Pertimbangan Utama Sebelum Membeli Mobil
Daihatsu Xenia yang dipamerkan pada ajang Daihatsu Dress-Up & Slalom Time Battle 2018, Sabtu (1/12) di Istora Senayan Jakarta (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

Dengan melihat hasil survei, lanjut Rokky, Daihatsu selalu berusaha agar kendaraan yang diproduksi memiliki kelebihan dalam hal efisiensi bahan bakar. Demikian pun sejumlah prinsipal otomotif kompetitornya. Ini menjadi ceruk pasar sendiri yang digarap melalui program kendaraan murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC)"Buktinya, Sigra terlaris di Daihatsu, kontribusinya 25 persen," ungkapnya.

Namun begitu bukan hanya Sigra yang menjadi andalan Daihatsu. Rokky menyebut, sejumlah model lain seperti Xenia, Ayla, Grand Max dan lainnya juga dikenal masyarakat sebagai kendaraan yang hemat bahan bakar."Kami menyadari bahwa faktor itu masih menjadi pertimbangan utama konsumen, karena itu bagian R&D (research & developtment) harus terus berinovasi," lanjutnya.

Meski begitu Rokky mengakui ada sejumlah konsumen yang tidak puas hanya dengan memiliki produk standar pabrikan. Mereka melakukan perombakan-perombakan eksterior maupun interior terhadap kendaraannya. Menyadari hal itu, pihaknya menggelar event Daihatsu Dress-up Challenge (DDC) dan Slalom Tim Battle 2018."Kami mewadahi hasil modifikasi mobil mereka," kata Rokky.

Ajang DDC dan Slalom Time Battle 2018 itu digelar bersamaan dengan putaran fnal Indonesia Auto Modified (IAM) 2018 yang merupakan kompetisi mobil modifikasi terbesar di Indonesia yang juga terbesar di Asia Tenggara. Sejumlah anggota komunitas menyambut baik kegiatan modifikasi yang digelar Daihatsu. “Ini kegiatan positif untuk memacu kreativitas," ungkap Benyamin dari komunitas Taruna Owner.

(wir/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up