JawaPos Radar | Iklan Jitu

Hankook Buka-bukaan Rahasia Cara Produksi Ban

14 Juli 2018, 21:34:30 WIB
Hankook Buka-bukaan Rahasia Cara Produksi Ban
Hankook mengutamakan kualitas, safety, dan proses produksi yang ramah lingkungan. (Teguh Jiwa Brata / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - PT Hankook Tire Indonesia memberi kesempatan media massa melongok ke dalam bilik rahasia produksi ban di Cikarang, Jawa Barat. Seperti apa, pabrik itu memproduksi ban? Simak ulasan berikut.

Hankook memproduksi ban yang didesain khusus untuk mobil penumpang. Beberapa produk buatanya yaitu Kinergy EX yang merupakan kombinasi teknologi dan desain menawarkan efisiensi bahan bakar. Merek lainnya adalah Ventus. Menawarkan performa plus kendali maksimal. Sementara itu, Vantra LT diproduksi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan truk ringan.

Pabrik berkapasitas produksi 12 juta ban pertahun ini dilengkapi dengan mesin produksi mumpuni. Berkecepatan dan punya tingkat keakuratan tinggi. Hankook mengutamakan kualitas, safety, dan proses produksi yang ramah lingkungan. 

Hankook Buka-bukaan Rahasia Cara Produksi Ban
Proses pengecekan ban secara manual. (Teguh Jiwa Brata / JawaPos.com)

Di bagian paling belakang pabrik merupakan gudang bahan baku. Dari tempat itu, bahan baku dikirim ke bagain pencampuran (mixing). Menurut penuturan Ade Mahendra, Public Relations / Plant Team PT. Hankook Tire Indonesia, ada 100 raw material yang digunakan. Selain itu juga karet alam dan karet sintetis. Persentase bahan-bahan tersebut disesuaikan dengan jenis dan kategori ban yang akan dibuat. “Ban mobil penumpang lebih banyak menggunakan karet sintetis, sedangkan kendaraan berat lebih banyak menggunakan karet alam,” papar Ade.

Hankook menggunakan 100 persen karet dari Indonesia. Stok karet dipasok dari daerah Palembang, Jambi, dan Kalimantan.

Bahan yang sudah dicampur kemudian dicetak menjadi lembaran. Lalu dilanjutkan ke proses  berikutnya. Yaitu pembuatan tapak ban, dan dinding ban (side wall). Tapak ban diperkuat dengan baja, sedangkan bagian dinding ban dilapisi dengan tekstil agar lentur. “Tiap ban memiliki 2 lapis kawat, di bagian bead atau pinggir ban diperkuat dengan kawat baja,” paparnya.

Hasilnya menjadi produk semi jadi. Ban setengah jadi itu kemudian dikirim ke bagian pemotongan (cuting). Ukuran disesuaikan dengan ring. Hankook memproduksi ban dengan kisaran ring 11 – 20 inci. Proses ini dilakukan ke bagian pabrik fase 2.

Di Pabrik Fase 2, semi produk itu kemudian digabungkan menggunakan mesin asembling. Bead dan tapak ban dipasang. Jadilah ban setengah jadi atau green tire. Ban ini belum punya kembangan. Mesin asembling itu diciptakan sediri oleh Hankook dan memiliki hak pantent. Perangkat canggih itu diposisikan di bagian yang dijaga kerahasiaannya. “Tidak semua perusahaan ban menggunakan mesin seperti ini,” kata Ade.

Mesin tersebut memiliki kemampuan pengontrolan kualitas. Saat spesifikasi bahan yang digunakan tidak memenuhi persyaratan, maka mesin tersebut akan berhenti beroperasi secara otomatis. Hankook memiliki 100 mesin asembling. Berkapasitas produksi 1.000 green tire per hari.  Green tire kemudian ditimbang, dikirim ke bagian pematangan.

Di bagian pematangan, ban diproses agar memiliki kembangan menggunakan mesin pres bersuhu 160 derajat celcius. Setiap ban menjalani proses tersebut selama 39 detik. Setelah itu didinginkan selama 12 menit.  

Berikutnya, ban dikirim ke bagian pengecekan. Ada 2 proses pengecekan yang dilaksanakan. Yaitu pengecekan menggunakan mesin dan secara manual. 30 persen ban masuk ke dalam ruang X Ray. Di tempat itu dipastikan tidak ada gelembung udara serta benda asing di dalam ban. Selanjutnya, ban diperiksa untuk mengetahui keseragaman pola dan keseimbangannya (balancing).

Ban yang sudah siap kemudian di simpan ke dalam gudang otomatis. Hankook Tire indonesia memiliki 2 gudang. Tiap gudang berkapasitas 300.000 ban. Di dalam gudang, ban-ban itu disimpan selama 20, unntuk kemdian dikirim.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : (tjb/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up