Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2019 | 04.02 WIB

Hanya 10 Unit, Bugatti Centodieci Dirilis Seharga Rp 142 Miliar

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pabrikan mobil sport supermewah asal Prancis, Bugatti kembali merilis hypercar terbarunya. Bugatti yang kini mereknya dimiliki oleh Volkswagen Group merilis Bugatti Centodieci, sebuah luxury super car yang dibanderol dengan harga fantastis.

Dikutip JawaPos.com dari CNN Internasional, Senin (19/8), Bugatti meluncurkan model edisi terbatas terbaru di sebuah pameran mobil klasik di California, Amerika Serikat (AS) belum lama ini. Mobil yang dimaksud adalah Bugatti Centodieci yang membuat calon pemiliknya mesti merogoh kocek senilai USD 9 juta atau setara dengan Rp 142 miliar.

Tak hanya sangat mahal, Bugatti Centodieci juga sangat ekslusif. Sebagai mobil limited edition, Bugatti Centodieci hanya diproduksi sebanyak 10 unit saja bagi para peminatnya di seluruh dunia.

Mobil ini merupakan penghormatan kepada supercar Bugatti EB110 awal 1990-an silam. Centodieci berarti angka '110' dalam bahasa Italia. EB110 dibangun di Motor Valley, Italia Utara, tidak jauh dari tempat Lamborghini, Ferrari, dan Maserati dibuat pada waktu itu.

Kala itu, EB110 adalah upaya untuk menghidupkan kembali merek Bugatti, yang telah aktif sejak 1950-an. Desain Centodieci mengingatkan penampilan EB110 yang rendah dan agresif.

Bisnis itu akhirnya gagal, tetapi mobil yang dibuatnya masih dianggap sebagai salah satu supercar terhebat yang pernah dibuat. Prototipe untuk EB110 dirancang oleh Carlo Gandini, orang yang sama yang merancang Lamborghini Countach. Versi produksi akhir mobil dirancang oleh Giampaolo Benedini, yang juga seorang pembalap aktif pada masanya.

Photo

Hypercar terbaru Bugatti Centodieci (MotorAuthority)

Sementara dilansir dari laman TopGear, Bugatti Centodieci mungkin berbasis Chiron. Tapi, ini merupakan penghormatan visual yang jelas bagi leluhur mereka EB110. "Kami menghadapi sejumlah tantangan teknis dalam hal pengembangan dan desain Centodieci," kata Achim Anscheidt, kepala desain Bugatti.

“EB110 adalah mobil sport super dua dimensi yang sangat datar, berbentuk baji, dan inspirasi grafis pada akhir 1980-an. Membawa tampilan klasik ini ke milenium baru tanpa menyalinnya secara teknis merupakan hal rumit. Kami harus menciptakan cara baru untuk menggabungkan persyaratan aerotermal kompleks dari teknologi Chiron yang mendasarinya dengan penampilan estetika yang sama sekali berbeda," sambung Anscheidt

Meskipun bukan mobil lanjutan, Centodieci membangkitkan EB110 melalui tampilan lampu pintar, dan grill tapal kuda khas Bugatti yang lebih kecil. Garis tebal C hoop Chiron digantikan oleh intake udara lima putaran dalam bentuk berlian yang merujuk pada EB110.

Bagian belakang mobil baru tersebut spektakuler. Baik dari segi desainnya, juga dalam upaya mengeluarkan pendinginan optimal dan aerodinamisnya. Bugatti mengacu pada elemen ‘flying tail light’, yang menjaga koneksi visual ke aslinya sambil tetap mencakup jenis saluran keluar yang dibutuhkan mesin untuk ukuran mobil tersebut.

Pipa knalpot duduk di atas satu sama lain dan diberi finishing black matte anodize. Pada bagian buritan ada sayap yang besar dengan fungsi mekanika yang disesuaikan untuk meningkatkan downforce. Centodieci 20 kg lebih ringan dari Chiron dan menggendong mesin 8,0 liter yang sanggup menyemburkan tenaga maksimal 1.578 horse power.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore