JawaPos Radar | Iklan Jitu

4 Langkah Ini Bantu Pengemudi Tak Terguling Saat Ban Pecah di Tol

24 November 2018, 09:05:48 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
4 Langkah Ini Bantu Pengemudi Tak Terguling Saat Ban Pecah di Tol
Ilustrasi ban mobil pecah di jalan tol (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Ban merupakan satu-satunya komponen mobil yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan raya. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan rutin guna mengetahui kondisi dan kesiapannya sebelum melakukan perjalanan dengan kendaraan.

Seringkali karena kelalaian, pengemudi yang tidak melakukan inspeksi rutin pada kuda pacunya, sehingga berakibat fatal seperti ban pecah saat mobil melaju di jalan bebas hambatan atau tol.

Terkait hal ini, Defensive and Evasive Driving Instructor of IDDC (Indonesia Defensive Driving Center), Adrianto Sugiarto Wiyono membagikan beberapa tips untuk mengatisipasi kecelakaan fatal yang membuat mobil bisa terguling tak terkendali.

4 Langkah Ini Bantu Pengemudi Tak Terguling Saat Ban Pecah di Tol
Defensive & Evasive Driving Instructor of IDDC , Adrianto Sugiarto Wiyono saat memberikan materi sefety Driving di Hotel Veranda Jakarta (Wilfridus Zenobius Kolo/JawaPos.com)

"Perlu dicatat bahwa ban biasanya pecah karena kekurangan angin, bukan karena kelebihan angin. Karena itu, untuk menjaganya tetap aman perhatikan tekanan angin ban mobil sesuai dengan buku petunjuk pada setiap kendaraan," ucap Rian, begitu dia biasa disapa, di acara talkshow tentang Safety Driving bersama Hankook, di Hotel Veranda, Jakarta Selatan, Jumat (23/11).

Dalam kondisi ini bagaimana pengemudi mengatisipasinya agar tidak terjadi hal fatal seperti kecelakaan maut atau kendaraan sampai terguling?

Pertama, berusaha tidak panik. Ketika ban mobil pecah di tol sebisa mungkin pengemudi berusaha untuk tidak panik agar dapat berpikir dengan baik agar mengambil keputusan cepat untuk mengendalikan mobil.

"Meskipun sulit, paling tidak kita bisa recovery dari panik agar dapat mengontrol kembali mobil yang tidak stabil," kata pria supel tersebut pada wartawan.

Kedua, tidak boleh melakukan pengereman mendadak. Jika hal ini dilakukan terutama jika ban depan yang mengalami pecah maka mobil bisa langsung terguling dan ini sangat fatal bagi pengemudi dan penumpang.

"Pada saat ban pecah, center gravity pada ban akan perpindah ke ban yang pecah. Begitu kita rem kendaraan bisa langsung terguling dan ini sangat berbahaya," terangnya.

Ketiga, kurangi gas mobil sambil mengontrol setirnya. Saat ban mengalami pecah ban upayakan untuk mengurangi gas secara perlahan sekaligus mengontrol setir mobil agar dia tetap ada di jalurnya.

"Tapi itu semua bisa dilakukan hanya pada kecepatan di bawah 40 km per jam. Di atas itu sudah kesulitan. Mobil masih bisa di-recovery atau dikendalikan bila ban belakang yang pecah, kalau ban depan sangat sulit," tuturnya.

Keempat, setelah mobil bisa terkontrol, nyalakan lampu sign dan arahkan mobil ke tempat yang aman dan hentikan mobil di tempat yang datar lalu cari bantuan pada pihak tol atau pihak yang berwenang.

(ce1/wzk/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up