Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Maret 2025, 00.40 WIB

Cegah Beli Mobil Bekas yang Odometernya Putaran, Ini Pentingnya Service Record Kendaraan

 Ilustrasi: Angka odometer mobil sering jadi acuan saat membeli mobil bekas. (GMR). - Image

 Ilustrasi: Angka odometer mobil sering jadi acuan saat membeli mobil bekas. (GMR).

JawaPos.com - Banyak yang bilang kalau orang jujur sulit ditemui saat ini mungkin ada benarnya. Termasuk bentuk ketidakjujuran adalah hal yang biasa dilakukan pedagang mobil bekas nakal yakni memutar atau mereset odometer mobil bekas dagangannya.
 
Diputar atau direset maksudnya adalah dikecilkan angkanya. Sebab diketahui, jumlah jarak yang sudah ditempuh pada mobil sering menjadi penentu mobil bekas layak dibeli atau tidak. 
 
Makin banyak angka pada odometernya, jelas mobil tersebut makin "capek" yang artinya, akan banyak komponen yang sudah masuk waktu peremajaan atau service. Sementara odometer yang rendah dianggap lebih baik karena tidak terlalu sering digunakan.
 
Nah, untuk mengelabuhi masyarakat, konsumen pembeli mobil bekas, oknum pedagang nakal ini sering mengakali angka odometernya dengan diputar. 
 
Namun hal tersebut bisa dihindari salah satunya dengan mengecek riwayat perawatan kendaraan di bengkel resmi. Dikenal dengan service record, apakah mobil hasil putaran odometernya atau tidak dengan mencocokkan dengan basis data bengkel.
 
Sebab bengkel biasanya akan mencatat setiap detail perbaikan, termasuk angka kilometer atau odometernya. Oleh karena itu, mengecek service record bisa jadi salah satu cara membuktikan apakah mobil bekas, angka pada odometernya diputar atau tidak.
 
 
Selain itu, melansir Otospector, riwayat servis juga berfungsi sebagai catatan lengkap tentang semua pekerjaan perawatan dan perbaikan yang telah dilakukan pada mobil. Catatan ini menunjukkan bahwa mobil telah dirawat secara rutin sesuai dengan rekomendasi pabrikan. 
 
Pembeli potensial akan merasa lebih percaya diri karena mengetahui bahwa kendaraan yang mereka pertimbangkan berada dalam kondisi baik dan bebas dari masalah besar yang bisa timbul akibat perawatan yang terabaikan.
 
Pembeli mobil bekas sering kali merasa khawatir tentang kondisi kendaraan yang akan mereka beli. Dengan menyediakan riwayat servis yang lengkap, penjual menunjukkan sikap transparan dan jujur. 
 
Hal ini dapat mengurangi kekhawatiran pembeli tentang kemungkinan adanya kerusakan tersembunyi. Transparansi ini juga meningkatkan kepercayaan, yang sering kali menjadi faktor penentu dalam proses negosiasi.
 
Terakhir, mobil dengan riwayat servis atau service record yang terdokumentasi dengan baik biasanya memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan mobil yang tidak memiliki catatan servis. Hal ini disebabkan oleh keyakinan pembeli bahwa kendaraan telah dirawat dengan baik, sehingga kecil kemungkinan mengalami kerusakan besar dalam waktu dekat. 
 
Sebaliknya, mobil tanpa riwayat servis sering kali dianggap memiliki risiko tersembunyi dan harganya cenderung lebih rendah.
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore