ETLE di perempatan Sabililah, Blimbing, Malang bakal digunakan sebagai e-tilang tahun depan (Suharto/Radar Malang)
JawaPos.com - Tilang elektronik atau E-Tilang saat ini diterapkan kepolisian untuk menindak para pelanggar lalu lintas. Di jalanan, kenyataan bahwa mayoritas para pelanggar lalu lintas adalah pengendara motor tak bisa terelakkan lagi.
Pengendara kendaraan bermotor roda dua ini mayoritas berperilaku melanggar. Mulai dari melawan arah, belok sembarangan, melanggar lampu merah hingga melanggar rambu dan marka, sampai masuk jalur Transjakarta, kebanyakan dilakukan para pemotor.
Ditambah lagi kebiasaan buruk pengemudi ojek online, menambah panjang daftar pelanggaran lalu lintas yang dilakukan para pengendara roda dua.
Seperti yang viral di media sosial (medsos), memperlihatkan bahwa para pelanggar lalu lintas dari kalangan pengendara sepeda motor ini tak kehabisan akal untuk tetap menjadi pelanggar lalu lintas. Nggak peduli ada E-Tilang, mereka tetap melanggar dengan menutup plat nomor motornya.
Diperlihatkan oleh akun TikTok Mogecini, saat ini banyak para pelanggar lalu lintas di kalangan pemotor, mereka mengakalinya dengan menutup plat nomor dengan masker, sampah hingga daun kering.
Plat nomor yang ditutup di bagian depan dan belakang. Nggak keseluruhan ditutup, melainkan salah satu angkanya saja atau di bagian akhir huruf, dengan harapan, kamera E-Tilang jadi tidak bisa mengidentifikasi motor mereka yang melanggar lalu lintas.
Video tersebut cukup ramai di media sosial. Bahkan ada yang membagikan ulang di Instagram dan di X. Yang kemudian, memancing beragam komentar netizen.
Banyak dari netizen menilai, mereka yang sengaja menutupi plat nomor motor mereka, ya memang punya niat atau kebiasaan buruk melanggar lalu lintas. Jadi sudah watak, dan susah ditertibkan.
"Kalau nemu pengendara ky begitu, hati" deh biasanya driver behaviornya buruk bgt asli, bw motornya berasa jalanan milik sendiri, naik motor sambil ngerokok, suka main handphone selama berkendara, ga fokus kejalan kebanyakan liat kanan kiri, suka naik trotoar, nerobos lampu merah," komentar pengguna X dengan akun @handsaniseser.
Netizen lainnya juga sepakat bahwa mereka yang dengan sengaja menutupi plat nomor motornya, memang punya kebiasaan buruk dan berulang terhadap pelanggaran lalu lintas. Makanya mereka menutup plat nomornya, sengaja ingin melanggar lalu lintas dengan alasan efisiensi dan menghindari macet atau jauhnya jalan memutar.
"Yang begini berarti emang di jalanan suka melanggar dan ga sabaran. Terobos Lampu merah, lawan arah, ga pakai helm biasanya sih begitu ya tapi ga semuanya," komentar pengguna X dengan akun @digulseptian.
Sementara netizen lainnya ada juga yang membela perilaku menutup plat nomor kendaraan. Ada yang berdalih bahwa mereka sengaja menutup karena menghindari E-Tilang yang tidak tepat sasaran.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
