Ilustrasi membersihkan mesin mobil dengan carbon cleaner. (Astra Daihatsu)
JawaPos.com-Mobil yang sehari-hari dipakai, satu waktu akan mengalami penurunan performa dan kinerjanya. Dari yang awalnya enak, enteng tarikannya, pasti akan mengalami juga tenaganya akan terasa berkurang.
Kalau sudah demikian, biasanya pemilik mobil akan melakukan service ringan. Apa yang dikerjakan? Paling seputar sistem saringan udara atau filter, pengabutan atau injektor, dan perapian seperti pengecekan atau penggantian busi.
Kalau sudah demikian kok masih terasa kurang bertenaga? Bisa jadi sudah menumpuk kerak-kerak pada internal mesin. Alternatif yang bisa dilakukan yakni melakukan carbon clean atau pembersihan sisa-sisa karbon di mesin.
Pakai metode yang disebut carbon cleaner, cara tersebut menggunakan cairan yang biasa digunakan untuk membersihkan kotoran maupun kerak pada ruang bakar kendaraan. Fungsi utama dari carbon cleaner adalah menghilangkan karbon yang ada pada piston, karburator, dan throttle body.
Terdapat dua jenis carbon cleaner yang umum dijumpai di pasaran seperti bentuk semprot dan foam atau busa. Kedua jenis pembersih karbon memiliki fungsi yang sama, tetapi pembersih busa lebih disarankan untuk klep, silinder, dan piston karena lebih aman dan menyeluruh, sedangkan pembersih semprot lebih efektif untuk karburator karena bisa menjangkau celah-celah kecil.
Pembersih karbon juga bisa menghilangkan kandungan air di ruang pembakaran yang dapat menyebabkan korsleting, terutama saat kendaraan melewati genangan atau saat musim hujan. Rutin membersihkan ruang pembakaran dengan pembersih karbon penting untuk mencegah kerusakan tersebut.
Namun perlu dicatat, membersihan kerak dengan carbon cleaner tidak disarankan untuk dilakukan secara terus, menerus. Hal ini berdampak pada terkikisnya lapisan kepala piston.
Apabila lapisan ini hilang justru akan membuat kerak karbon malah cepat menempel. Kerak karbon yang terus menempel ini akan membuat mesin lebih cepat "ngelitik".
Sebaiknya gunakan bahan bakar berkualitas baik untuk mencegah kerak karbon menempel di ruang bakar. Lalu kapan sebaiknya pembersih karbon digunakan untuk membersihkan ruang pembakaran kendaraan?
Mengutip Tunas Daihatsu, Anda bisa menggunakannya setiap sekitar 3.000 kilometer hingga maksimal 20.000 kilometer. Ini berarti, pembersihan ruang pembakaran dengan pembersih karbon dilakukan sekitar setiap dua tahun sekali. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022