
Ilustrasi Knalpot
JawaPos.com - Banyak pemilik kendaraan bermotor yang kerap mengabaikan masalah knalpot kemasukan air, terutama saat musim hujan atau ketika menerobos genangan air. Padahal, air yang masuk ke dalam sistem knalpot bukanlah hal sepele.
Jika tidak segera ditangani dengan benar, air tersebut dapat memicu sejumlah kerusakan serius pada mesin dan sistem lainnya dalam jangka panjang. Efeknya pun tidak hanya terjadi sesaat, namun bisa berdampak pada kinerja dan umur kendaraan secara keseluruhan.
Berikut 5 dampak jangka panjang dari knalpot yang kemasukan air yang perlu diwaspadai oleh para pemilik motor seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Korosi pada Komponen Mesin
Air yang masuk ke dalam sistem pembakaran atau ruang mesin bisa menjadi awal dari bencana mekanis. Ketika air meresap dan tertinggal dalam ruang mesin, maka komponen penting seperti piston, silinder, dan katup berisiko mengalami korosi atau karat.
Proses oksidasi ini akan mengurangi kekuatan dan daya tahan komponen logam. Jika dibiarkan terlalu lama, korosi bisa menyebabkan kerusakan permanen yang memaksa pemilik kendaraan untuk melakukan penggantian mesin atau overhaul yang biayanya tidak sedikit.
2. Kerusakan pada Bearing Mesin
Masalah lain yang tak kalah berbahaya adalah kerusakan pada bagian bearing. Air yang masuk ke dalam mesin dan tercampur dengan oli akan menyebabkan oli kehilangan sifat pelumasnya.
Akibatnya, bearing tidak dapat berfungsi optimal dan justru menjadi aus lebih cepat karena gesekan yang meningkat. Jika bearing rusak, maka getaran mesin akan terasa lebih kasar dan bisa memicu kerusakan lanjutan pada komponen mesin lainnya.
3. Gangguan pada Sistem Kelistrikan
Knalpot yang terendam atau kemasukan air juga bisa menjadi jalur masuk bagi air ke komponen kelistrikan, terutama jika motor terendam cukup dalam. Sistem pengapian seperti koil, kabel busi, dan ECU (Electronic Control Unit) bisa terganggu atau bahkan rusak akibat hubungan pendek.
Gejalanya bisa terlihat dari mesin yang sulit dihidupkan, tenaga motor yang ngedrop, hingga mogok mendadak. Kerusakan sistem kelistrikan tidak hanya membuat kendaraan sulit digunakan, tetapi juga cukup mahal dalam biaya perbaikannya.
4. Penurunan Performa Mesin
Jika motor pernah mengalami kemasukan air namun tidak mendapat penanganan yang menyeluruh, performa mesin bisa saja menurun secara perlahan. Mesin akan terasa kurang responsif, tenaga tidak maksimal, bahkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Hal ini terjadi karena sisa-sisa air yang tersisa di dalam sistem pembakaran mempengaruhi proses kompresi dan pembakaran bahan bakar. Dalam jangka panjang, performa yang terus menurun akan memperpendek usia pakai kendaraan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
