Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 04.10 WIB

Inilah 3 Dampak jika Oli Gardan Tidak Diganti Tepat Waktu, Jangan Sampai Bikin Mobil Rusak Parah!

Ilustrasi kolong mobil dengan gardan mengganti oli gardan rutin mencegah suara kasar dan kerusakan komponen (Dok. Suzuki Indonesia) - Image

Ilustrasi kolong mobil dengan gardan mengganti oli gardan rutin mencegah suara kasar dan kerusakan komponen (Dok. Suzuki Indonesia)

JawaPos.com - Oli gardan adalah pelumas khusus yang melumasi gigi-gigi gardan dan komponen di sekitarnya. Jika oli gardan tidak diganti secara berkala sesuai rekomendasi, maka akan muncul sejumlah risiko serius seperti suara bising, suhu gardan yang overheat, hingga pengendalian roda terganggu.

Dilansir dari laman Suzuki Indonesia dan Wuling, penggantian oli gardan biasanya direkomendasikan setelah kendaraan menempuh 20.000 km hingga maksimal 40.000 km, tergantung jenis dan pemakaian. Wuling menambahkan, kendaraan dengan penggunaan berat, sering berbelok, atau di medan berat akan mempercepat keausan oli gardan dan harus menarik interval penggantian lebih cepat.

Berikut adalah beberapa dampak jika oli gardan mobil tidak diganti tepat waktu:

Dampak jika Oli Gardan Tidak Diganti

1. Suara Bising dan Getaran Berlebihan

Apabila oli gardan tidak diganti, gesekan antar gigi gardan dan komponen transmisi meningkat. Suzuki menyebut bahwa suara bising, terutama dari bagian gardan atau transmisi, akan muncul dan makin keras seiring waktu karena pelumasan sudah tidak optimal.

Selain suara, getaran pada bodi mobil juga bisa terasa, terutama saat berbelok atau melewati jalan tidak rata. Getaran ini akibat gesekan dinamis yang tinggi dan elastisitas komponen gardan yang sudah terganggu.

2. Overheating Gardan dan Komponen Berisiko Rusak

Oli gardan membantu mengalirkan panas yang dihasilkan oleh gigi-gigi gardan saat beroperasi. Jika oli sudah kotor atau volumenya berkurang karena tidak diganti, fungsi pendinginan terganggu dan suhu gardan bisa menjadi sangat tinggi (overheat).

Overheat dapat memicu pemuaian komponen, deformasi gear, dan bahkan kerusakan housing gardan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, biaya perbaikan akan cukup mahal karena komponen utama gardan menjadi cepat aus.

3. Kesulitan Pengendalian dan Performa Menurun

Gardan juga berperan dalam mentransmisikan tenaga ke roda dan menjaga keseimbangan putaran antar roda (terutama saat berbelok). Suzuki memperingatkan bahwa roda bisa kehilangan kontrol atau terasa berat dikendalikan jika oli gardan tidak lagi kuat melumasi.

Performa kendaraan akan terasa menurun, tarikan kurang responsif, akselerasi melambat, dan kenyamanan berkendara berkurang. Kondisi ini juga bisa menimbulkan rasa tidak aman, terutama pada kecepatan tinggi atau saat mengemudi di tikungan.

Tanda-Tanda Gardan Perlu Diganti Oli

  • Muncul suara berdengung dari bagian kolong mobil.
  • Getaran di bodi saat mobil berjalan atau berbelok terasa lebih kuat.
  • Warna oli gardan berubah menjadi gelap atau abu-abu metalik, dan kekentalannya sudah tidak seperti baru.

Agar oli gardan mobil tetap berkinerja baik, pemilik kendaraan harus menggantinya tepat waktu sesuai rekomendasi, memperhatikan tanda-tanda fisik, serta kondisi penggunaan. Dengan perawatan oli gardan yang rutin, suara dan getaran bisa diminimalkan, suhu gardan tetap stabil, serta performa dan kenyamanan berkendara tetap optimal.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore