
Ilustrasi: Perawatan komponen rem mobil. (The Mufflerman).
JawaPos.com-Rem mobil adalah salah satu komponen paling vital dalam kendaraan. Tanpa sistem pengereman yang optimal, risiko kecelakaan bisa meningkat drastis. Sayangnya, banyak pengendara baru menyadari ada masalah ketika rem terasa tidak pakem. Mobil masih terus melaju meski pedal sudah diinjak dalam.
Kalau Anda mulai merasa performa rem menurun, jangan anggap sepele. Rem yang kurang pakem bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tapi juga menyangkut keselamatan Anda dan penumpang.
Berikut 3 penyebab umum rem mobil kurang pakem serta cara mengatasinya seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
Salah satu penyebab paling umum rem mobil tidak bekerja maksimal adalah kondisi minyak rem yang kotor atau jumlahnya berkurang. Ketika Anda menginjak pedal rem tetapi mobil masih tetap berjalan, bisa jadi aliran minyak rem tidak lancar.
Minyak rem yang jarang diganti bisa tercampur kotoran atau udara sehingga menurunkan tekanan hidrolik pada sistem pengereman. Bahkan, nipple rem yang tersumbat dapat menghambat aliran minyak rem ke kaliper sehingga daya cengkeram rem menjadi lemah.
Solusinya, Anda perlu rutin memeriksa volume dan kualitas minyak rem. Jika warnanya sudah keruh atau gelap, segera lakukan penggantian dan bleeding rem untuk memastikan tidak ada udara yang terjebak dalam sistem. Servis berkala juga penting agar tidak ada kotoran yang menyumbat saluran rem.
Kalau pedal rem terasa sangat keras saat diinjak dan Anda harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menghentikan mobil. Kemungkinan besar masalahnya ada pada booster rem. Komponen ini berfungsi membantu meringankan tekanan saat Anda menginjak pedal rem. Booster rem yang bocor atau bermasalah akan membuat sistem vakum tidak bekerja optimal.
Akibatnya, tekanan yang dihasilkan menjadi tidak maksimal dan pengereman terasa berat serta kurang responsif. Untuk mengatasinya, Anda perlu memeriksa kondisi booster rem, termasuk selang vakum dan katupnya.
Jika ditemukan kebocoran atau kerusakan, sebaiknya segera lakukan penggantian komponen. Sistem pengereman akan kembali normal dan aman digunakan.
Kanvas rem yang sudah tipis juga menjadi penyebab utama rem terasa kurang pakem. Meski rem masih bisa berfungsi, daya cengkeramnya tidak lagi sekuat saat kondisi kanvas masih tebal.
Biasanya, tanda kanvas rem menipis adalah bunyi berdecit saat pengereman atau jarak pengereman yang semakin panjang. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa merusak piringan rem dan membuat biaya perbaikan semakin mahal.
Solusinya cukup jelas, Anda harus segera mengganti kanvas rem dengan yang baru. Pastikan menggunakan komponen berkualitas agar performa pengereman tetap optimal dan lebih awet. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
