Ilustrasi mobil pick up asal India yang akan masuk Indonesia untuk keperluan KDMP. (Mahindra Indonesia)
JawaPos.com-Rencana pemerintah mengimpor 105.000 unit mobil pick-up dalam bentuk kendaraan utuh atau completely built up (CBU) dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memantik perdebatan dari berbagai pihak.
Nilai pengadaan yang disebut-sebut mendekati Rp 25 triliun itu dinilai terlalu besar untuk dilewatkan begitu saja tanpa melibatkan industri dalam negeri.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Moreno Soeprapto, secara terbuka menyayangkan skema impor utuh tersebut.
Menurutnya, keputusan itu berpotensi menghilangkan peluang penciptaan lapangan kerja di sektor otomotif nasional.
“Dengan impor 105 ribu unit mobil secara CBU dengan nilai hampir Rp 25 triliun, berarti peluang membuka lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia itu tidak ada. Justru lapangan kerja tercipta di negara asal produksi,” ujar Moreno melalui keterangannya.
Moreno menilai proyek sebesar ini seharusnya bisa menjadi momentum pembuktian bagi pelaku industri otomotif nasional, khususnya ekosistem modifikasi dan kendaraan listrik yang berada di bawah koordinasi IMI.
Ia juga menyinggung peran Andre Mulyadi, yang memimpin divisi Modifikasi dan Kendaraan Listrik IMI Pusat sekaligus dikenal sebagai pendiri National Modificator & Aftermarket Association (NMAA).
Menurut Moreno, jejaring builder, engineer, hingga pelaku aftermarket di Indonesia sudah berkembang signifikan dalam satu dekade terakhir.
“Kita punya banyak builder dan engineer lokal yang kemampuannya tidak kalah dengan luar negeri,” kata Moreno.
Andre Mulyadi pun menyatakan ekosistem yang ia bina siap terlibat apabila pemerintah membuka ruang kolaborasi. Ia menegaskan, industri modifikasi Indonesia kini tidak lagi sekadar bermain di ranah estetika atau custom tampilan, melainkan sudah masuk pada tahap rekayasa teknis dan manufaktur komponen.
“Ini bukan hanya soal menyediakan kendaraan operasional, tapi soal membuktikan bahwa rancang bangun anak bangsa mampu memenuhi standar global,” ujar Andre.
IMI menilai kemampuan teknis pelaku otomotif lokal sudah cukup matang untuk menangani proyek skala besar. Mulai dari rancang bangun sasis, bodi, hingga sistem penggerak, baik berbasis mesin pembakaran internal maupun konversi listrik, disebut bukan hal baru bagi industri nasional.
Sebagai contoh, Moreno mengingatkan bahwa eksperimen kendaraan listrik lokal sudah dimulai sejak lebih dari satu dekade lalu, termasuk prototipe yang dikembangkan oleh Signal Kustom pada 2009. Meski belum masuk produksi massal, pengalaman tersebut menunjukkan kapasitas engineering lokal terus bertumbuh.
Di sisi lain, proyek pengadaan kendaraan untuk KDMP dinilai bukan hanya urusan logistik semata, melainkan bisa menjadi stimulus ekonomi. Dengan melibatkan industri domestik, rantai pasok dari UMKM karoseri, bengkel spesialis, hingga produsen komponen berpotensi ikut bergerak.
IMI berpandangan, jika pemerintah mengarahkan pengadaan pada skema produksi atau perakitan dalam negeri, dampaknya bisa lebih luas dibanding sekadar memenuhi kebutuhan kendaraan operasional desa. Ada potensi transfer teknologi, peningkatan kapasitas produksi, hingga penguatan standar kualitas nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022