Perusahaan Nokia memperluas kemitraan strategis dengan TIM Brasil dan Deutsche Telekom (Reuters)
JawaPos.com - Dalam persaingan global kendaraan listrik yang selama ini identik dengan nama seperti Elon Musk dan jaringan Supercharger Tesla, Build Your Dreams (BYD) kini menapaki posisi baru yang berpotensi mengubah lanskap infrastruktur EV dunia.
Perusahaan otomotif asal Tiongkok ini sedang menguji jaringan Flash Charging berdaya ultra-cepat hingga 1.500 kilowatt (kW) di Shenzhen, sebuah kapasitas yang hampir tiga kali lipat dibandingkan Supercharger Tesla generasi terbaru.
Pengujian berlangsung di lokasi dekat kantor pusat BYD dan menampilkan stasiun demonstrasi yang dilengkapi kabinet daya tinggi dan plug pengisian bersistem pendingin cair, dengan desain yang menyerupai stasiun bahan bakar konvensional. Namun, hanya kendaraan tertentu yang mendukung sistem ini dan membawa lencana "Flash Charge" yang diizinkan untuk tersambung.
Melansir Interesting Engineering, Selasa (3/3/2026), perangkat ini menggunakan arsitektur 1.000 volt dan arus 1.500 ampere dengan daya puncak 1.500 kW. Pada uji coba tersebut, media tersebut menjelaskan, "Hanya kendaraan yang mampu menangani daya input lebih dari 1.000 kW yang diizinkan menggunakan sistem Flash Charging BYD."
Model yang terlihat menjalani uji coba pengisian baterai tersebut mencakup BYD Tang 9, Song Ultra, Seal 07, Denza Z9 GT, dan seri FCB Tai. Selama pengujian, pengisian otomatis dihentikan saat tingkat baterai mencapai 97 persen untuk menjaga keamanan dan stabilitas sistem.
Seiring dengan demonstrasi perangkat keras, BYD juga memperkenalkan aplikasi Flash Charging yang kini sudah tersedia di platform Android. Aplikasi ini memungkinkan pemilik kendaraan untuk mencari stasiun, serta memulai proses plug and charge secara otomatis tanpa perlu memindai kode QR. Laporan menyebut bahwa setelah kabel terpasang, proses pengisian bisa dimulai dalam waktu sekitar 10 detik.
Di lokasi demonstrasi, BYD menampilkan tarif awal 1,3 yuan per kWh untuk pengisian melalui jaringan baru ini. Tarif tersebut terdiri dari 1,0 yuan untuk listrik dan 0,3 yuan sebagai biaya layanan. Dengan kurs Rp 2.442 per yuan, biaya ini setara sekitar Rp 3.175 per kWh, angka yang kompetitif jika dibandingkan dengan pengisi daya cepat publik pada umumnya.
Jika dibandingkan dengan jaringan Tesla, Supercharger V4 Tesla di Tiongkok saat ini mampu memberikan daya puncak hingga sekitar 500 kW, sedangkan sebagian besar pengisi daya cepat publik, yang menggunakan arus searah (DC) untuk mempercepat pengisian langsung ke baterai, beroperasi di kisaran 250–600 kW.
Dengan kapasitas 1.360–1.500 kW, sistem Flash Charging BYD hampir tiga kali lipat melebihi output Tesla V4, menandai loncatan signifikan dalam kemampuan pengisian ultra-cepat untuk kendaraan listrik.
Selain itu, beberapa laporan industri menyebut bahwa BYD berencana membangun lebih dari 4.000 stasiun Flash Charging di seluruh Tiongkok yang dioperasikan sendiri, dengan jaringan mitra diperkirakan dapat mencapai lebih dari 15.000 lokasi. Termasuk di antara mitra yang disebut adalah XiaoJu Charging, meskipun belum ada jadwal peluncuran resmi yang diumumkan.
Melansir Antara News, analis otomotif menilai bahwa perkembangan ini menempatkan BYD pada posisi strategis dalam persaingan global. Mereka menekankan bahwa kemampuan pengisian ultra-cepat akan menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik secara massal, karena mampu mengatasi salah satu hambatan terbesar pengguna EV: waktu pengisian baterai yang panjang.
Sementara masih dalam tahap uji internal, inovasi Flash Charging ini menunjukkan bahwa BYD tidak hanya ingin mengoptimalkan kendaraan listriknya sendiri, tetapi juga menantang standar jaringan pengisian global yang selama ini dipimpin oleh Tesla dan pemain lainnya. Jika teknologi ini berhasil direalisasikan secara luas dan diterima pasar, BYD bisa menjadi kekuatan utama dalam infrastruktur EV generasi berikutnya.

Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Daftar Pemain Cedera dan Sanksi Inggris Lawan Norwegia: Thomas Tuchel Rombak Pertahanan Redam Erling Haaland
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Norwegia vs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Putar Otak Redam Ledakan Erling Haaland
