
Ilustrasi mobil Volvo EX30. (Dok/Volvo)
JawaPos.com-Volvo Cars melalui Volvo Cars Indonesia menginformasikan kepada konsumen untuk melakukan perbaikan kendaraan menyusul penarikan kembali (recall) lebih dari 40.000 unit SUV listrik Volvo EX30 secara global pada periode Februari–Maret 2026.
Penarikan puluhan ribu unit SUV listrik tersebut dilakukan setelah ditemukan potensi cacat produksi pada modul sel baterai. Masalah ini berpeluang menyebabkan baterai tegangan tinggi mengalami panas berlebih (overheat) yang dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko kebakaran.
General Manager Volvo Cars Indonesia, Haryanto Djayaputra, mengatakan bahwa di Indonesia penarikan ini hanya berdampak pada sebagian kecil unit EX30 yang diproduksi pada tahun 2024.
“Unit yang terdampak tidak sampai seperempat dari yang ada di Indonesia. Populasi EX30 di Indonesia saat ini sekitar 85 unit, dan yang terdampak adalah batch awal produksi tahun 2024,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/3) malam.
Ia menambahkan, perusahaan telah mengirimkan pemberitahuan kepada konsumen yang unit kendaraannya terdampak agar segera membawa mobil ke dealer resmi untuk dilakukan pemeriksaan serta perbaikan.
“Kami sudah mulai mempersiapkan pemanggilan konsumen untuk melakukan perbaikan. Saat ini masih dipersiapkan oleh Volvo terkait ketersediaan parts-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan,” kata Haryanto.
Secara global, penarikan kembali tersebut mencakup dua varian dari model EX30, yakni Volvo EX30 Single Motor Extended Range serta Volvo EX30 Twin Motor Performance.
Corporate Planning Assistant Manager Volvo Cars Indonesia, Ilham Suryo Aldianto, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan investigasi terkait penyebab masalah pada baterai kendaraan tersebut.
“Keamanan selalu menjadi perhatian utama kami. Volvo terus memonitor situasi ini dan bahkan beberapa unit yang ada di Indonesia sudah ada yang ditangani. Jadi prosesnya berjalan dan terus dipantau,” jelasnya.
Sebagai informasi, Volvo merupakan produsen otomotif asal Swedia yang kini berada di bawah kepemilikan grup otomotif Zhejiang Geely Holding Group dari Tiongkok. (*)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
