
Ilustrasi ban mobil (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Mudik dengan mobil pribadi memang terasa lebih nyaman dan fleksibel. Namun sebelum berangkat, kamu perlu memastikan kondisi kendaraan benar-benar aman, terutama bagian ban yang menjadi satu-satunya komponen mobil yang langsung bersentuhan dengan jalan.
Banyak orang hanya memeriksa tekanan angin ban sebelum perjalanan jauh. Padahal, ada sejumlah tanda penting yang menunjukkan ban mobil sebenarnya sudah tidak layak pakai dan perlu diganti agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.
Berikut 7 tanda ban mobil kamu sudah harus diganti sebelum perjalanan jauh seperti dirangkum dari laman Ibid Astra!
1. Tapak Ban Sudah Sejajar dengan TWI
Salah satu tanda paling jelas ban perlu diganti adalah ketika tapaknya sudah sejajar dengan Tread Wear Indicator (TWI) atau batas keausan ban. TWI biasanya berupa tonjolan kecil di sela-sela alur ban. Jika permukaan tapak ban sudah rata dengan tanda tersebut, artinya daya cengkeram ban sudah sangat berkurang dan berisiko selip, terutama saat jalan basah.
2. Ketebalan Tapak Ban Kurang dari 1,6 mm
Standar keselamatan umumnya menyebutkan bahwa ketebalan tapak ban minimal adalah sekitar 1,6 mm. Jika sudah lebih tipis dari itu, ban akan kesulitan membuang air saat melewati jalan basah sehingga meningkatkan risiko aquaplaning atau kehilangan traksi.
3. Muncul Retakan di Dinding Samping atau Permukaan Ban
Retakan kecil di sisi ban atau di permukaan tapak sering dianggap sepele. Padahal kondisi ini menandakan karet ban sudah mulai getas atau menua. Jika dibiarkan, retakan bisa melebar dan meningkatkan risiko ban bocor atau bahkan pecah saat mobil melaju.
4. Mobil Terasa Limbung atau Sulit Dikendalikan
Jika mobil terasa tidak stabil, limbung saat bermanuver, atau muncul getaran berlebih terutama pada kecepatan tinggi, bisa jadi kondisi ban sudah tidak optimal. Ban yang aus atau tidak merata dapat memengaruhi kestabilan kendaraan di jalan.
5. Ban Terasa Keras dan Tidak Elastis
Ban yang masih bagus biasanya terasa cukup elastis karena karet masih lentur. Namun jika ban sudah tua, permukaannya akan terasa lebih keras. Kondisi ini membuat ban tidak mampu menyerap getaran dengan baik dan daya cengkeramnya pun menurun.
6. Warna Ban Berubah Menjadi Keabu-abuan
Perubahan warna ban dari hitam pekat menjadi keabu-abuan bisa menjadi tanda bahwa kualitas karet mulai menurun. Biasanya hal ini terjadi karena usia ban yang sudah lama atau sering terpapar panas dan sinar matahari.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
