
Armada kendaraan listrik (EV) mulai di lirik industri tambang untuk operasional. (Dony/JawaPos.com)
JawaPos.com - Salah satu tantangan terbesar sektor pertambangan adalah ketergantungan pada bahan bakar fosil, terutama untuk pembangkit listrik di lokasi tambang terpencil dan operasional armada kendaraan.
Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan emisi karbon, tetapi juga memengaruhi efisiensi biaya operasional dan ketahanan pasokan energi. Secara global, industri pertambangan diperkirakan menyumbang 4–7% emisi gas rumah kaca dunia. Karena itu, transformasi menuju praktik green mining mulai dipandang sebagai kebutuhan bisnis jangka panjang.
Energi Surya dan Sistem Penyimpanan Energi Jadi Solusi
Menurut pelaku industri, implementasi green mining perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi operasional di setiap lokasi tambang.
Salah satu pendekatan yang mulai banyak dipertimbangkan adalah integrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS). Teknologi ini dinilai mampu:
CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menilai strategi green mining harus dirancang secara menyeluruh dengan mengintegrasikan energi terbarukan, penyimpanan energi, dan sistem monitoring operasional. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tambang menekan emisi sekaligus menjaga stabilitas operasional.
Elektrifikasi Armada Tambang Jadi Langkah Berikutnya
Selain pembangkitan energi, transformasi menuju elektrifikasi armada operasional juga menjadi langkah strategis untuk menekan emisi sektor pertambangan.
Mobilitas kendaraan merupakan bagian penting dari aktivitas tambang. Karena itu, penggunaan kendaraan listrik untuk operasional tambang dinilai mampu memberikan dampak signifikan baik dari sisi lingkungan maupun efisiensi biaya.
CEO SUN Mobility, Karina Darmawan, menilai elektrifikasi armada harus disesuaikan dengan karakter operasional tambang, seperti jenis kendaraan, rute operasional, intensitas penggunaan, serta kesiapan infrastruktur pengisian daya.
Jika dirancang dengan tepat, langkah ini dapat membantu menciptakan sistem operasional tambang yang lebih efisien dan modern.
Kolaborasi Jadi Kunci Transformasi Green Mining
Ke depan, keberhasilan transformasi green mining tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada kolaborasi antara industri, pemerintah, dan penyedia solusi energi.
Melalui pendekatan energi terintegrasi, SUN telah mulai mengembangkan solusi yang mencakup PLTS (pembangkit listrik tenaga surya), BESS (battery energy storage system) serta Infrastruktur pengisian kendaraan listrik.
Langkah ini diharapkan mampu membantu sektor pertambangan Indonesia membangun operasional yang lebih rendah karbon, efisien, dan tetap berdaya saing di masa depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022