
ILUSTRASI. Armada kendaraan listrik (EV) mulai di lirik industri tambang untuk operasional. (Dony/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah resmi menetapkan kebijakan baru terkait pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Berbeda dengan aturan sebelumnya yang mengecualikan kendaraan listrik dari kedua jenis pajak tersebut, regulasi terbaru tidak lagi secara eksplisit menyebut kendaraan listrik sebagai objek yang dibebaskan.
Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 tentang dasar pengenaan PKB, BBNKB, dan pajak alat berat. Salah satu perubahan penting terdapat pada pengaturan objek pajak yang dikecualikan.
Dalam regulasi terbaru, Pasal 3 ayat (3) menyebutkan beberapa objek yang tidak dikenakan PKB, yaitu kereta api; kendaraan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan; kendaraan milik perwakilan negara asing dan lembaga internasional dengan asas timbal balik; kendaraan berbasis energi terbarukan; serta kendaraan lain yang ditetapkan melalui peraturan daerah.
Namun, kendaraan listrik tidak lagi dicantumkan secara khusus dalam daftar tersebut.
Meski demikian, beban pajak yang dikenakan tidak selalu harus dibayar penuh. Pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk memberikan insentif berupa pembebasan atau pengurangan pajak sesuai kebijakan masing-masing. Hal ini diatur dalam Pasal 19 Permendagri 11/2026.
Hesai dan Niu Technologies resmi bekerja sama menghadirkan LiDAR di motor listrik. Teknologi ini meningkatkan keselamatan berkendara dengan deteksi 360° di jalan perkotaan. (dok. carnewschina)
Dengan mekanisme tersebut, kebijakan pajak kendaraan listrik kini tidak lagi bersifat seragam secara nasional. Setiap daerah dapat menetapkan besaran pajak yang berbeda, tergantung pada kebijakan yang diambil.
Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pergub Nomor 38 Tahun 2023 masih memberlakukan insentif penuh berupa PKB 0 persen dan pembebasan BBNKB untuk kendaraan listrik. Namun, kebijakan ini tidak wajib diikuti oleh daerah lain.
Dalam aturan terbaru, perhitungan pajak kendaraan tetap didasarkan pada dua komponen utama, yakni Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan koefisien bobot.
Bobot ini mencerminkan dampak kendaraan terhadap kerusakan jalan serta pencemaran lingkungan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022