
Pengguna mobil listrik mengisi daya di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Kantor PLN Distribusi Jakarta Raya, Kamis (10/4/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah pusat mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia melalui kebijakan fiskal di tingkat daerah. Tito Karnavian menginstruksikan seluruh gubernur untuk memberikan pembebasan pajak kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 900.1.13.1/3764/SJ yang mengatur pemberian insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik.
Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 yang sebelumnya memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memberikan insentif pajak kendaraan, termasuk kendaraan listrik. Regulasi ini mulai berlaku sejak 1 April 2026.
Selain itu, kebijakan ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 yang merupakan revisi dari Perpres Nomor 55 Tahun 2019 terkait percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia.
Baca Juga:Pengguna Yamaha WR155R Trabasan di Bromo Experience, Uji Skill Off-Road di Jalur Ekstrem Malang
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah diminta segera merealisasikan kebijakan insentif melalui keputusan gubernur. Selanjutnya, pelaksanaan insentif wajib dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah paling lambat 31 Mei 2026.
Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang lebih kompetitif, terutama dari sisi biaya kepemilikan.
Dengan adanya pembebasan pajak, harga kendaraan listrik diharapkan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.
Di sisi lain, kebijakan ini juga berpotensi mempercepat pergeseran dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik, sejalan dengan upaya pemerintah menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi di sektor transportasi.
Meski demikian, implementasi di lapangan akan sangat bergantung pada kesiapan masing-masing daerah, termasuk dari sisi regulasi turunan, infrastruktur, serta respons pasar terhadap insentif yang diberikan.
Dengan dorongan kebijakan fiskal ini, pemerintah berharap adopsi kendaraan listrik di Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memperkuat arah transformasi industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022