
Ilustrasi kendaraan listrik (EV) dalam tren transisi energi global yang cepat, namun masih didominasi kelompok berpendapatan tinggi (The Conversation)
JawaPos.com - Percepatan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kini menjadi salah satu agenda utama dalam transisi energi global yang mendorong perubahan besar pada ekosistem teknologi bersih. Namun di balik narasi kemajuan tersebut, muncul pertanyaan kritis: apakah revolusi EV benar-benar bersifat inklusif, atau justru berpotensi memperlebar jurang ketimpangan sosial?
Australia saat ini berada dalam fase lonjakan signifikan adopsi kendaraan listrik. Kombinasi antara mobil listrik berbasis baterai, plug-in hybrid, dan hybrid konvensional perlahan menggeser dominasi kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel dalam jangka panjang.
Di sisi lingkungan, tren ini jelas positif karena menurunkan emisi sektor transportasi. Namun, dilansir dari The Conversation, Senin (11/5/2026), terdapat konsekuensi sosial yang tidak bisa diabaikan terkait distribusi manfaat ekonomi dari transisi tersebut.
Baca Juga:Purbaya Berharap Insentif Kendaraan Listrik Bisa Diimplementasikan Juni, Kurangi Konsumsi BBM
Penelitian terbaru yang membandingkan pola kepemilikan panel surya dan kendaraan listrik di Australia menunjukkan perbedaan mencolok. Jika pada panel surya justru rumah tangga dengan tekanan ekonomi lebih tinggi terdorong beradaptasi demi menekan biaya listrik, maka pada kendaraan listrik pola yang muncul justru berlawanan.
Dalam studi terhadap 673 kode pos di New South Wales (NSW), pembelian EV terkonsentrasi pada kelompok berpendapatan tinggi. Variabel gabungan antara pendapatan dan beban cicilan rumah menunjukkan bahwa "kekayaan menjadi prediktor terkuat adopsi kendaraan listrik," di mana setiap peningkatan kapasitas ekonomi hampir menggandakan tingkat registrasi EV.
Selain faktor pendapatan, kepemilikan kendaraan di wilayah suburban juga menjadi pendorong utama. Daerah yang sangat bergantung pada mobil pribadi menunjukkan tingkat adopsi EV lebih tinggi, sementara kawasan perkotaan yang lebih padat justru tertinggal.
Secara geografis, sekitar 85 persen registrasi EV terpusat di Greater Sydney, terutama di kawasan elit seperti Eastern Suburbs dan Lower North Shore. Sebaliknya, wilayah Western Sydney dan sebagian besar daerah regional masih tertinggal dalam transisi ini.
Pola ini memperlihatkan bahwa EV belum menggantikan kebutuhan mobilitas, melainkan hanya mengikuti pola konsumsi mobil yang sudah ada sebelumnya. Dengan kata lain, teknologi ini belum mengubah struktur ketergantungan transportasi, tetapi memperkuatnya di segmen tertentu.
Menariknya, wilayah yang memiliki akses transportasi alternatif seperti berjalan kaki atau bersepeda justru menunjukkan adopsi EV yang lebih rendah. Hal ini menandakan bahwa kebutuhan kendaraan listrik tidak tumbuh secara universal, melainkan sangat bergantung pada struktur kota dan infrastruktur mobilitas.
Dalam riset yang sama, penulis menegaskan bahwa "tanpa kebijakan yang tepat sasaran, transisi kendaraan listrik berisiko memperkuat ketimpangan sosial yang sudah ada", karena kelompok berpenghasilan tinggi akan menikmati penghematan biaya operasional lebih cepat dibanding kelompok lain yang masih terjebak pada harga bahan bakar fosil yang fluktuatif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
