
Toyota Veloz Hybrid. (Istimewa)
JawaPos.com - Rencana pemerintah memberikan insentif kendaraan listrik mulai Juni 2026 memunculkan perhatian dari industri otomotif nasional.
Pasalnya, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk mobil listrik berbasis baterai dan motor listrik, sementara mobil hybrid belum masuk dalam daftar penerima insentif.
Kebijakan ini membuat mobil hybrid belum mendapatkan insentif baru, meski teknologi tersebut selama ini dinilai menjadi salah satu solusi transisi menuju kendaraan rendah emisi.
Toyota pun berharap pemerintah turut mempertimbangkan kontribusi teknologi hybrid dalam membantu menekan emisi kendaraan di Indonesia.
Melalui Toyota Astra Motor (TAM) yang selama beberapa tahun terakhir, cukup agresif memperluas lini kendaraan hybrid di pasar nasional.
Teknologi hybrid yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan baterai dinilai mampu mengurangi emisi gas buang hingga lebih dari 50 persen dibanding kendaraan konvensional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
