
Salah satu tipe baterai yang digunakan mobil listrik dari Chery. (Nanda/JawaPos.com)
JawaPos.com - Banyak calon pembeli mobil listrik terpukau melihat klaim jarak tempuh hingga 500 km bahkan 600 km dalam sekali pengisian daya. Namun saat digunakan di jalan raya, angka tersebut sering kali tidak tercapai. Penyebabnya bukan karena baterai bermasalah, melainkan perbedaan standar pengujian yang digunakan pabrikan.
Saat ini, CLTC dan WLTP menjadi dua acuan yang paling sering digunakan. Lalu, standar mana yang lebih realistis untuk kondisi berkendara di Indonesia?
Kedua standar tersebut digunakan untuk mengukur jarak tempuh mobil listrik, namun hasil yang ditampilkan bisa berbeda cukup jauh meski menggunakan kendaraan yang sama.
Perbedaan inilah yang sering membuat konsumen bingung saat membandingkan berbagai model mobil listrik yang beredar di pasar. Pada artikel sebelumnya di jabarkan apa itu CLTC dan WLTP. Mana yang lebih cocok untuk Indonesia?
Jika melihat karakter lalu lintas di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, atau Medan yang sering mengalami kemacetan, sebenarnya CLTC masih cukup relevan untuk menggambarkan penggunaan harian di dalam kota.
Namun untuk penggunaan yang lebih beragam, termasuk perjalanan luar kota, tol, dan kecepatan tinggi, WLTP dinilai lebih mendekati kondisi sebenarnya.
Banyak pengamat otomotif menyebut angka WLTP biasanya hanya berbeda sekitar 5-15 persen dari penggunaan riil. Sementara hasil CLTC bisa berbeda lebih jauh tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
Perlu dipahami bahwa angka CLTC maupun WLTP tetap merupakan hasil pengujian laboratorium. Dalam penggunaan sehari-hari, banyak faktor yang dapat memengaruhi jarak tempuh mobil listrik, seperti: penggunaan AC, kondisi lalu lintas, kecepatan kendaraan, gaya mengemudi, beban penumpang dan barang, kondisi jalan dan suhu lingkungan.
Misalnya, mobil listrik yang digunakan di jalan tol dengan kecepatan konstan 100-120 km/jam umumnya akan mengonsumsi energi lebih besar dibanding saat digunakan di perkotaan.
Saat membeli mobil listrik, konsumen sebaiknya tidak langsung terpaku pada angka jarak tempuh terbesar. Yang lebih penting adalah memahami standar pengujian yang digunakan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022