
Ilustrasi fasilitas charging mobil listrik Wuling. (Istimewa)
JawaPos.com - Saat membahas mobil listrik, baterai menjadi komponen yang paling sering menimbulkan kekhawatiran. Banyak orang beranggapan bahwa setelah beberapa tahun digunakan, baterai akan cepat rusak dan kendaraan tidak lagi nyaman digunakan.
Padahal, berbagai penelitian dan pengalaman pengguna di berbagai negara menunjukkan bahwa kondisi mobil listrik setelah lima tahun umumnya masih sangat layak digunakan.
Penurunan performa memang terjadi, tetapi tidak sebesar yang banyak dibayangkan.
Sama seperti baterai ponsel, baterai mobil listrik juga mengalami degradasi seiring waktu. Namun prosesnya berlangsung jauh lebih lambat karena sistem manajemen baterai pada kendaraan modern jauh lebih canggih.
Dalam penggunaan normal, sebagian besar baterai mobil listrik mengalami penurunan kapasitas sekitar 5 hingga 15 persen setelah lima tahun pemakaian.
Artinya, jika saat baru mobil mampu menempuh jarak 400 kilometer dalam kondisi baterai penuh, setelah lima tahun jarak tempuhnya mungkin berada di kisaran 340 hingga 380 kilometer.
Bagi sebagian besar pengguna harian, penurunan tersebut masih tergolong wajar dan tidak terlalu mengganggu aktivitas.
Salah satu keuntungan terbesar mobil listrik mulai terasa setelah beberapa tahun pemakaian.
Mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter oli, busi, timing belt, maupun berbagai komponen lain yang umum ditemukan pada kendaraan bermesin bensin atau diesel.
Perawatan umumnya hanya berfokus pada pemeriksaan sistem kelistrikan, pendingin baterai, rem, ban, dan suspensi. Karena jumlah komponen bergerak lebih sedikit, risiko kerusakan mekanis juga cenderung lebih rendah.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
