
Ilustrasi Rem mobil kurang pakem bisa karena berbagai hal. (Suzuki)
JawaPos.com - Rem merupakan salah satu komponen paling vital pada mobil. Jika sistem pengereman mulai bermasalah, risikonya bukan hanya membahayakan keselamatan kamu dan penumpang, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Dalam kondisi tertentu, rem yang tidak bekerja optimal bahkan dapat memicu kecelakaan beruntun.
Karena itu, penting mengenali tanda-tanda awal kerusakan rem sebelum kondisinya semakin parah. Mulai dari pedal rem yang bergetar saat diinjak, mobil terasa menarik ke satu sisi ketika mengerem, hingga pedal rem yang terasa ambles atau ngempos. Meski gejala tersebut hanya muncul sesekali, jangan pernah menganggapnya sepele karena bisa menjadi indikasi adanya masalah pada sistem pengereman.
Berikut beberapa penyebab rem mobil ngempos yang perlu kamu waspadai beserta cara mengatasinya seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
Pada mobil modern, sistem Anti Lock Braking System (ABS) dirancang untuk mencegah roda terkunci ketika pengemudi melakukan pengereman mendadak. Berkat teknologi ini, mobil tetap lebih mudah dikendalikan dibanding kendaraan yang belum menggunakan ABS.
Namun, ada kondisi tertentu di mana pedal rem terasa sedikit ngempos saat sistem ABS bekerja. Hal ini terjadi karena tekanan minyak rem terlebih dahulu diproses oleh pompa ABS sebelum diteruskan ke sistem pengereman. Saat itu, kamu juga mungkin mendengar suara pompa bekerja.
Selama sensasi tersebut hanya muncul ketika ABS aktif, kondisi ini masih tergolong normal. Sebaliknya, jika pedal rem terasa amblas saat mobil melaju tanpa ABS sedang bekerja, kemungkinan besar ada kerusakan pada komponen lain yang perlu segera diperiksa.
Salah satu penyebab rem ngempos yang paling sering terjadi adalah adanya udara di dalam sistem hidrolik atau yang sering disebut sebagai "rem masuk angin".
Sistem pengereman hidrolik mengandalkan tekanan dari minyak rem. Ketika volume minyak rem berkurang, udara dapat masuk ke dalam saluran dan membentuk gelembung. Karena udara lebih mudah dikompresi dibanding cairan, tekanan dari pedal rem akan terserap sehingga kaliper rem tidak memperoleh tekanan yang cukup.
Akibatnya, pedal rem terasa lebih dalam atau ngempos saat diinjak. Untuk mengatasinya, sistem rem perlu dilakukan proses bleeding agar udara yang terjebak bisa keluar. Setelah itu, pastikan volume minyak rem kembali diisi hingga sesuai batas yang dianjurkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
