
Presiden Prabowo Subianto meninjau proses produksi motor listrik di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 13 Agustus 2026. Presiden meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA. (ANTARA/BPMI Setpres-Muchlis Jr)
JawaPos.com - Pemerintah mulai mengarahkan pengembangan motor listrik nasional dengan standar yang mencakup aspek komponen, teknologi, baterai, hingga harga.
Kebijakan tersebut disiapkan untuk membangun industri kendaraan listrik yang memiliki rantai pasok kuat di dalam negeri.
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman mengatakan, terdapat empat kriteria yang harus dipenuhi sebuah produk agar masuk kategori Motor Listrik Nasional (Molinas). “Ada empat syarat utama,” kata Atong, seperti dilansir dari Antara.
Kriteria pertama berkaitan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Motor yang masuk kategori Molinas wajib memiliki TKDN di atas 60 persen.
Kandungan lokal tersebut mencakup sejumlah komponen utama seperti power train, frame/structure, plastik, dan body panel. “Kemudian desain dan rekayasanya dikembangkan di dalam negeri,” ujar Atong.
Syarat ketiga adalah penggunaan baterai berbasis nikel. Ketentuan ini berkaitan dengan pengembangan hilirisasi industri mineral di Indonesia sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri untuk rantai pasok kendaraan listrik.
Kriteria terakhir menyangkut harga. Motor listrik nasional harus memiliki banderol yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan pasar domestik. “Yang keempat, harganya harus terjangkau,” kata Atong.
Menurut Atong, program Molinas diarahkan untuk membangun kemampuan industri nasional dari hulu hingga hilir. Pengembangan tersebut mencakup desain, engineering, manufaktur, teknologi, serta rantai pasok. “Fokusnya membangun kemampuan desain, engineering, manufaktur, teknologi dan supply chain dalam negeri,” ucapnya.
Peluang pasar motor listrik nasional juga dinilai masih sangat besar. Populasi sepeda motor konvensional di Indonesia telah mencapai 145,25 juta unit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022