
Ilustrasi parenting Bubble Wrap (Warrior Academy)
JawaPos.com- Semakin berkembangnya ilmu, semakin berembang pula jenis-jenis pola asuh antara orang tua ke anaknya. Pilihan pola asuh tersebut dapat mempengaruhi kondisi psikologi anak.
Baru-baru ini pola asuh yang lagi populer yakni tentang parenting Bubble Wrap. Dalam makna yang sebenarnya, Bubble merupakan plastik yang berbentuk gelembung-gelembung isinya udara.
Kata Bubble Wrap ini ternyata juga ada di dalam dunia parenting. Yang artinya pola asuh yang mengacu pada sifat orang tua modern yang terlalu protektif terhadap anaknya. Anak-anak mereka dibungkus dengan lapisan-lapisan pengaman, mirip dengan gelembung-gelembung yang ada di Bubble Wrap.
Seperti orang tua selalu mengawasi anaknya bahkan ketika anak mereka mampu mengerjakan sesuatunya sendiri, membuat keputusan untuk anak tanpa mempertimbangkan perasaan dan pendapat mereka, mencegah dan menghindari anak berpartisipasi dalam aktivitas normal seusia mereka, atau bahkan bereaksi berlebih terhadap cedera anak.
Apakah pengaman atau gelembung-gelembung ini memiliki dampak yang baik atau malah buruk jika mengacu pada proses parenting?
Dilansir dari Warrior Academy oleh JawaPos.com, Selasa (18/11/2025) bahwa pola asuh Bubble Wrap ini justru memiliki dampak yang buruk bagi psikologi anak di kehidupan nyata mereka nantinya.
Jika terlalu dilindungi dampak psikologi ketahanan mereka akan kurang, orang tua akan merampas kesempatan anak-anak untuk mengembangkan ketahanan. Mereka akan susah untuk bangkit lagi ketika gagal.
Anak juga akan mengalami kecemasan jika dilindungi secara berlebih oleh orang tua mereka. Mereka tidak percaya diri untuk menghadapi sesuatu dan ketidakmampuan mereka menangani tantangan di dunia nyata.
Anak-anak akan sulit untuk menjadi orang dewasa yang mandiri jika sejak kecil dia selalu berlindung dibalik orang tuanya.
Meski dibalik pola parenting Bubble Wrap ini adalah cinta dan kasih sayang orang tua kepada anaknya, namun parenting ini dapat merugikan anak mereka suatu hari nanti.
Contohnya saja, saat anak terjatuh mungkin mereka akan belajar tentang bagaimana arti gagal dan mendorong mereka untuk berusaha bangkit dengan kedua kakinya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
