Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 21.41 WIB

Orang Tua Gila Kerja Tanpa Sadar Membentuk 8 Kebiasaan dalam Diri Sang Anak sampai Mereka Dewasa

Ilustrasi, seorang anak memiliki orang tua yang gila kerja. Magnific/ Drazen Zigic. - Image

Ilustrasi, seorang anak memiliki orang tua yang gila kerja. Magnific/ Drazen Zigic.

JawaPos.com - Orang tua yang gila kerja atau workaholic sering kali memiliki niat baik, tapi siapa sangka dedikasi terhadap karier tersebut diam-diam membawa pengaruh besar pada anak-anaknya bahkan dibawa sampai mereka dewasa.

Ini disebabkan banyak dari kebiasaan seorang anak terbentuk di masa-masa mereka sangat mudah menyerap pengalaman, yakni saat mereka mendambakan waktu berkualitas, namun tidak mendapati orang tua di sisi mereka.

Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Senin (7/9), berikut ini delapan kebiasaan yang dibawa sang anak dari orang tua yang gila kerja ketika dewasa.

1. Membawa Pekerjaan ke Rumah

Banyak dari mereka tumbuh menjadi sosok perfeksionis dan menganggap harga dirinya ditentukan oleh kualitas pekerjaan di kantor atau komitmen terhadap perusahaan.

Jadi, mereka kerap kali membawa pekerjaan ke rumah atau menghabiskan waktu di kantor saat akhir pekan.

Mereka pun selalu bersedia menerima tanggung jawab tambahan tanpa menetapkan batasan yang jelas.

Bahkan, mereka rela menjalani beberapa pekerjaan sekaligus demi membuktikan kemampuan mereka dalam menangani semuanya meski kenyataannya terlihat jelas bahwa mereka kewalahan.

2. Mengagungkan Kelelahan Ekstrem atau Burnout

Anak-anak yang tumbuh dalam budaya kerja keras tanpa henti terbiasa menempatkan produktivitas dan kesuksesan karier di atas kesejahteraan pribadi.

Mereka beranggapan rasa lelah yang luar biasa atau burnout adalah bukti loyalitas terhadap perusahaan serta dedikasi pada pekerjaan.

Meski banyak dari mereka meninggalkan ekspektasi tempat kerja yang tidak sehat, sebagian anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja atau workaholic sulit melepaskan diri dari pola pikir itu.

Mereka telah menyaksikan orang tua yang bekerja melampaui batas kemampuan dan mengaitkan jati diri sepenuhnya dengan karier sepanjang hidup.

Saat beranjak dewasa, mereka pun meniru pola yang serupa.

3. Menjadikan Pekerjaan sebagai Bagian dari Identitas Diri

Banyak dari orang tua yang gila kerja tanpa sadar menjadikan pekerjaan sebagai unsur utama identitas anak-anaknya.

Saat bekerja keras dan meraih kesuksesan, orang tua merasa lebih baik tentang diri sendiri, meski sesungguhnya membiarkan pekerjaan menguasai hidupnya.

Anak-anak kemudian tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai diri seseorang ditentukan oleh jabatan atau ambisi profesional.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore