
Ilustrasi keluarga dan dua anak perempuan / Foto: (PsyPost)
JawaPos.com — Memiliki anak sering dikaitkan dengan kebahagiaan orang tua. Namun, sebuah studi di Tiongkok menemukan bahwa hubungan tersebut tidak sama pada setiap keluarga.
Orang tua secara umum melaporkan tingkat kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki anak. Di antara orang tua, komposisi jumlah dan jenis kelamin anak juga berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang dilaporkan.
Temuan itu berasal dari penelitian Zhong Fei dan Wenqin Jin yang diterbitkan dalam Acta Psychologica. Studi berjudul Who reports higher happiness? The association between number of children, gender composition of offspring and parental happiness menganalisis hubungan antara jumlah anak, komposisi jenis kelamin anak, dan kebahagiaan orang tua dalam konteks masyarakat Tiongkok.
Dilansir dari PsyPost, Rabu (23/9/2026), peneliti menggunakan enam gelombang Chinese General Social Survey (CGSS) pada 2012 hingga 2021. Survei ini merupakan penelitian sosial berskala besar yang dimulai Renmin University of China pada 2003 dan mencakup penduduk sipil berusia minimal 18 tahun di berbagai wilayah Tiongkok.
Data yang dianalisis mencakup 49.752 responden, dengan 45.108 di antaranya memiliki anak.
Peneliti mengukur kebahagiaan berdasarkan jawaban responden atas pertanyaan mengenai seberapa bahagia mereka dalam menjalani kehidupan. Data jumlah anak serta jumlah anak laki-laki dan perempuan juga dianalisis bersama karakteristik demografis lainnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang tua rata-rata melaporkan kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan non-orang tua. Jumlah anak yang lebih banyak juga berkaitan dengan kebahagiaan yang lebih tinggi, tetapi pola ini hanya terlihat jelas pada responden berusia 60 tahun ke atas. Dengan kata lain, temuan itu tidak menunjukkan bahwa setiap tambahan anak otomatis berkaitan dengan kebahagiaan yang lebih tinggi pada semua kelompok usia.
Perbedaan juga terlihat berdasarkan jenis kelamin anak. Orang tua yang seluruh anaknya perempuan cenderung melaporkan kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan mereka yang seluruh anaknya laki-laki. Hubungan ini paling kuat pada orang tua usia paruh baya dan keluarga yang memiliki tepat dua anak perempuan.
Sementara itu, orang tua dengan anak laki-laki dan perempuan tidak menunjukkan perbedaan kebahagiaan yang signifikan dibandingkan mereka yang hanya memiliki anak laki-laki.
Peneliti menduga konteks sosial dan peran keluarga dapat membantu menjelaskan pola tersebut. Anak perempuan dalam sejumlah konteks budaya lebih sering terlibat dalam menjaga hubungan keluarga dan memberikan dukungan emosional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022