Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Abdul Rahman
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00.57 WIB

Dokter Anak Ungkap Cara Mengenali Bakat dan Kecerdasan Anak

Kecerdasan anak tidak seharusnya dinilai menggunakan satu ukuran yang sama. (istimewa) - Image

Kecerdasan anak tidak seharusnya dinilai menggunakan satu ukuran yang sama. (istimewa)

JawaPos.com - Prestasi anak tidak selalu ditentukan oleh nilai rapor atau kemampuan menguasai pelajaran di sekolah. Setiap anak memiliki potensi berbeda, mulai dari bidang akademis, seni, musik, olahraga, hingga kreativitas. Karena itu, peran orang tua menjadi penting untuk mengenali minat dan kemampuan anak agar dapat berkembang secara optimal.

Dokter spesialis anak dr. Shyrien Amalina, Sp.A, M.Sc, yang berpraktik di RS Anugerah Pekalongan, menegaskan bahwa kecerdasan anak tidak seharusnya dinilai menggunakan satu ukuran yang sama. Menurutnya, setiap anak memiliki keunggulan yang bisa muncul dalam berbagai bidang.

“Tidak semua anak harus jadi dokter, tidak semua anak harus jago matematika, tidak semua anak harus jago fisika. Karena anak itu yang kita bilang kepintaran itu macam-macam,” ujar dr. Shyrien.

Ia mencontohkan anak yang memiliki kemampuan menonjol dalam menggambar atau bermusik. Menurutnya, kemampuan tersebut juga merupakan bentuk kecerdasan yang layak diapresiasi, meskipun tidak selalu tercermin dari prestasi akademis.

“Anak-anak dyslexia, itu rata-rata musiknya (dan) ngegambarnya keren banget. Masa mau kita bilang dia nggak pintelar? Nggak, dia jenius di bidangnya, dia jenius di bidang musik, dia jenius di bidang menggambar. IQ tidak sebagai patokan,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi orang tua agar tidak terburu-buru menyimpulkan kemampuan anak hanya berdasarkan nilai ujian atau peringkat di kelas. Anak yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami pelajaran tertentu belum tentu tidak memiliki keunggulan di bidang lain.

Cara Orang Tua Mengenali Potensi Anak

Mengenali bakat anak dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua bisa memperhatikan aktivitas yang membuat anak antusias, mendengarkan hal-hal yang menarik perhatiannya, serta memberikan kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan.

Ketika anak menunjukkan ketertarikan terhadap suatu bidang, orang tua dapat membantu mengembangkannya melalui latihan, pendampingan, atau akses terhadap kegiatan yang sesuai. Proses tersebut juga perlu disertai kesabaran karena minat dan kemampuan anak dapat berkembang seiring bertambahnya usia serta pengalaman.

dr. Shyrien menekankan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mengamati dan mengevaluasi perkembangan anak. Pengamatan tersebut membantu orang tua menentukan bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore