
LANDASAN KUAT: Dahlan Iskan disaksikan Imam besar Masjid Al Akbar Surabaya Prof Dr Ahmad Zahro pada Selasa (4/7) di Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya.
JawaPos.com – Kerukunan menjadi syarat penting agar bisa maju dalam segala hal. Termasuk dalam memajukan negara, agama, dan bahkan memajukan kampus. Hal itu sudah terbukti dari sejarah Tiongkok yang bisa mencapai zaman keemasan karena kerukunan.
Pesan tersebut disampaikan Dahlan Iskan di depan ratusan karyawan, dosen, serta rektor Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya Selasa (4/7). Dia yakin Unipa bisa maju luar biasa karena kerukunan. ’’Terutama yang nomor satu, rukun antara yayasan dan rektornya,’’ kata Dahlan.
Dia mengungkapkan, terlalu banyak perguruan tinggi swasta yang tidak bisa maju karena yayasan dan rekoratnya bersaing. Bahkan ada yang sampai berantem. Akhirnya, civitas academica dan mahasiswa menjadi korban. Karena itulah, jika suatu saat ada gejala tidak rukun, hal itu harus segera diatasi.
Mantan menteri BUMN tersebut menyimpulkan, kerukunan ternyata mempunyai landasan yang kuat dalam sejarah. ’’Sejarah sejak kapan pun, hanya kerukunan yang membuat kemajuan. Termasuk zaman Tiongkok kuno,’’ ujarnya. Tiongkok kuno paling maju pada zaman Dinasi Tang. Ibu kotanya masih disebut Chang’an yang sekarang dikenal dengan Kota Xi’an.
Sejarah mencatat puncak kemajuan Tiongkok karena kerukunan selama 300 tahun pada abad ke-6 dan ke-7. Saking majunya, kemajuan Tiongkok saat itu sampai dikenal di seluruh dunia. Karena itulah, dikenal ungkapan tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Tiongkok.
Prof Dr Ahmad Zahro sepakat dengan Dahlan. Menurut dia, Islam mengajarkan tepa salira dan saling menghargai. Baik sesama muslim maupun nonmuslim. ’’Alquran tegas menyebutkan bahwa manusia harus berbuat adil kepada siapa pun walau lain agama,’’ jelasnya.
Imam besar Masjid Al Akbar Surabaya itu menegaskan, sesama muslim harus kompak. Begitu pun, sesama manusia dan bangsa tidak saling menyakiti. ’’Nabi Muhammad bersabda, siapa yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua, bukan umat saya,’’ kata Zahro.
Karena itulah, dia mengajak merekatkan persaudaraan, baik dalam civitas academica maupun pemeluk agama yang berbeda. (eko/gun/c5/nda)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022