Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Agustus 2024, 19.09 WIB

Jadi Panduan Hadapi Tantangan Kehidupan Masa Depan, Kearifan Warisan Leluhur Harus Dijaga

Pertunjukan kesenian pada malam penutupan Indonesia Bertutur 2024 di Bali. (Dokumentasi Kemendikbudristek) - Image

Pertunjukan kesenian pada malam penutupan Indonesia Bertutur 2024 di Bali. (Dokumentasi Kemendikbudristek)

JawaPos.com - Di tengah serbuan arus globalisasi, pemerintah berupaya merawat kebudayaan warisan leluhur. Pasalnya banyak kearifan warisan leluhur atau kearifan lokal menjadi senjata yang ampuh. Yaitu senjata sekaligus tameng bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi persoalan hidup di masa mendatang.

Pesan tersebut disampaikan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam gelaran Indonesia Bertutur 2024. Lewat mega festival yang dipusatkan di Bali itu, Hilmar mengingatkan bahwa warisan leluhur memilki kekuatan yang luar biasa. Dia berharap kearifan lokal atau warisan budaya leluhur bisa terus dirawat dan diresapi oleh generasi masa kini.

"Kearifan-kearifan yang diwariskan leluhur harus dilihat kembali dan digunakan sebagai panduan untuk menghadapi tantangan di masa depan," kata Hilmar dalam keterangannya Selasa (20/8).

Lebih lanjut Hilmar mengatakan, ketika warisan-warisan itu menunjukkan tanda-tanda kepunahan pada generasi saat ini, berarti ada perilaku yang keliru dan harus segera diperbaiki. Tak berhenti di situ, Hilmar juga menambahkan Mega Festival Indonesia Bertutur diharapkan akan berdampak pada pembangunan nasional.

Sementara itu Direktur Film Musik dan Media Kemendikbudristek Ahmad Mahendra menjelaskan, tujuan digelar kegiatan Indonesia Bertutur 2024 adalah, untuk mendekatkan kepada kaum muda mengenai warisan budaya tanah air.

"Kita harus mengenalkan kembali anak muda dengan warisan budaya itu. Tapi caranya harus kreatif dan terbuka sesuai watak anak muda," kata Mahendra di sela penutupan Indonesia Bertutur 2024 pada Minggu (18/8) malam.

Dia menjelaskan pagelaran Indonesia Bertutur 2024 yang berlangsung sejak 7 Agustus 2024 di Bali. Kegiatan itu berlangsung tiga lokasi yaitu Ubud, Nusa Dua, dan Denpasar. Mahendra mengatakan acara yang digagas oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek itu dirancang untuk mempromosikan kekayaan budaya lokal. Caranya melalui narasi dan pertunjukan seni.

"Semua ini dalam upaya memperkuat identitas nasional di mata dunia, selain itu dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata," jelasnya.

Mahendra mengatakan festival Indonesia Bertutur 2024 juga merupakan upaya untuk menggali mahakarya seni serta budaya Nusantara. Semuanya disajikan dengan penjelajahan artistik para seniman Indonesia maupun mancanegara. 

Sementara itu Direktur Festival Indonesia Bertutur 2024 Taba Sanchabakhtiar menambahkan, ketika para pengunjung memasuki lokasi penutupan di Pulau Peninsula, maka dapat menyaksikan berbagai atribut mega-festival. Seperti penjor berwarna merah muda. Keberadaannya guna memandu ke titik utama acara.

"Dalam kesenian selalu ada ruang untuk berkembang menjadi budaya baru, Apalagi kalau berusaha ingin menarik minat anak muda," katanya.

Taba menegaskan perlu ada penyesuaian agar bentuknya menarik. Kemudian narasinya sesuai zaman. Lalu ditampilkan dalam kesenian kontemporer.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore