
Ilustrasi peneliti mengamati proses di mikroskop. Di layar tampak ilustrasi monospermi (satu sperma membuahi satu sel telur) dan polispermi (sel telur dibuahi banyak sperma). (Dhimas Ginanjar/Dall E)
JawaPos.com - Cara sederhana untuk mengurangi kegagalan pada proses bayi tabung mulai ditemukan lewat riset ilmiah. Peneliti utama Supitcha Kaewma dari Chulalongkorn University bersama 9 lainnya termasuk Oky Setyo Widodo dari UNAIR menguji mineral zinc dalam proses fertilisasi in vitro (bayi tabung) pada sel telur babi.
Kepada JawaPos.com, Oky menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan karya utama Prof. Takeshige Otoi dari Bio-Innovation Research Center, Tokushima University, Jepang. Ia menambahkan, studi ini adalah hasil kolaborasi antara tiga institusi, yaitu Tokushima University (Jepang), Universitas Airlangga (Indonesia), dan Chulalongkorn University (Thailand), yang bersama-sama meneliti peran zinc dalam meningkatkan keberhasilan proses bayi tabung pada hewan percobaan.
Dilansir JawaPos.com dari lama artikel ilmiah populer UNAIR, hasil ujicoba menunjukkan zinc bisa menurunkan kasus polispermi, yaitu saat satu sel telur dibuahi lebih dari satu sperma.
Supitcha dan timnya meneliti masalah klasik dalam teknologi reproduksi babi, yaitu polispermi. Polispermi membuat embrio tidak normal dan gagal berkembang.
“Mencegah polispermi sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan IVF,” tulis mereka dalam jurnal.
Penelitian dilakukan dengan mencampur sperma beku dan sel telur babi dalam proses bayi tabung lalu ditambahkan Zinc Chloride (ZnCl2). Peneliti menguji empat kadar zinc, yaitu 0, 1, 10, dan 20 μg/mL. Mereka juga membandingkan dengan bahan pengikat logam seperti Ca-EDTA dan Zn-EDTA untuk memastikan efek zinc.
Hasilnya, konsentrasi 1 μg/mL ZnCl2 paling efektif menurunkan polispermi. Pada percobaan utama, polispermi turun dari 33,3 persen menjadi 13,5 persen setelah ditambahkan zinc.
Tingkat pembentukan blastosis (tahap awal embrio) juga lebih tinggi dibanding kelompok lain.
Peneliti menyebut zinc tidak merusak sperma dan tidak mengganggu proses pembuahan normal.
Mereka juga menemukan bahwa Zn-EDTA memiliki efek serupa, sedangkan Ca-EDTA tidak menurunkan polispermi. Artinya, efek ini memang berasal dari unsur zinc, bukan bahan lain.
Namun, penelitian juga mencatat zinc tidak selalu meningkatkan kualitas embrio sampai tahap akhir pada semua sampel sperma.
“Zinc mengurangi polispermi, tetapi tidak secara konsisten memperbaiki perkembangan embrio,” tulis Supitcha Kaewma dalam kesimpulan jurnal.
Temuan ini penting karena menawarkan langkah praktis untuk meningkatkan keberhasilan bayi tabung pada babi. Babi sering digunakan dalam riset kesehatan manusia dan rekayasa organ. Meski begitu, penelitian ini hanya dilakukan pada hewan dan tidak membahas penerapan pada manusia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022