
Ilustrasi fenomena sosial 'Kabur Aja Dulu'. (Istimewa).
JawaPos.com - Meningkatnya minat generasi muda Indonesia untuk mencari peluang kerja di luar negeri kembali menjadi sorotan. Fenomena yang populer dengan istilah 'Kabur Aja Dulu' ini dinilai bukan sekadar tren, melainkan sinyal adanya tantangan dalam ekosistem pendidikan dan pengembangan talenta di dalam negeri.
Isu tersebut mengemuka dalam diskusi publik yang menghadirkan Prof. Gi-Wook Shin dari Stanford University. Dalam forum itu, dibahas konsep brain circulation, yaitu perputaran talenta lintas negara yang tetap memungkinkan kontribusi bagi negara asal.
Menurut Shin, mobilitas global tidak selalu berdampak negatif jika dikelola dengan strategi yang tepat. Sejumlah negara di Asia, termasuk Korea Selatan, mulai membangun kebijakan yang mendorong talenta untuk kembali atau tetap terhubung dengan ekosistem nasional meski berkarier di luar negeri.
“Pertukaran gagasan lintas negara menjadi penting untuk memastikan generasi muda tetap memiliki akses terhadap peluang global tanpa kehilangan keterkaitan dengan negaranya,” ujarnya melalui keterangannya.
Diskusi ini juga menyoroti kondisi di Indonesia, di mana meningkatnya keinginan bekerja di luar negeri kerap dikaitkan dengan keterbatasan peluang, kualitas riset, hingga ekosistem inovasi dalam negeri.
Wakil Rektor bidang riset di Binus University, Juneman Abraham, menilai fenomena tersebut perlu dibaca sebagai refleksi, bukan sekadar gejala sementara.
Ia menyebut, pendekatan brain circulation dapat menjadi solusi untuk menjaga daya saing sumber daya manusia Indonesia di tengah kompetisi global.
Artinya, perpindahan talenta tidak harus dimaknai sebagai kehilangan, melainkan peluang untuk memperluas jejaring, pengalaman, dan transfer pengetahuan.
“Yang perlu didorong bukan hanya mobilitas, tetapi bagaimana talenta tetap berkontribusi bagi ekosistem nasional,” katanya.
Sejumlah forum akademik internasional yang digelar sepanjang 2026 disebut menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan akademisi, industri, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan talenta.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
