
Ilustrasi air minum. (SpringWell Water Filtration System)
JawaPos.com - Upaya mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai di lingkungan sekolah mulai mendapat perhatian lebih serius untuk mengurangi sampah plastik. Salah satu langkah yang kini didorong adalah penyediaan fasilitas air minum siap konsumsi yang memungkinkan siswa mengisi ulang wadah minum mereka sendiri.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan mesin air minum gratis siap konsumsi senilai Rp 42,4 juta kepada SMA Dharma Wanita 1 Pare, Kabupaten Kediri. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar siswa, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri, dan diterima Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito.
Baca Juga:Cetak Guru Berkarakter dan Adaptif, Unindra dan PGRI Gelar Pelatihan Konseling di Kabupaten Lebak.
Division Head Strategic Digital & Corporate Transformation Bank Mandiri Taspen Iwan Kurniawan mengatakan, penyediaan mesin air minum siap konsumsi merupakan bagian dari upaya mendorong kepedulian terhadap aspek sosial dan lingkungan di wilayah Kediri dan sekitarnya.
"Air mineral merupakan salah satu kebutuhan pokok siswa-siswi dalam menunjang aktivitas belajar. Kami mencoba mengelaborasikan kebutuhan dasar tersebut dengan program kampanye go green. Dari sana, muncullah ide untuk menghadirkan mesin air siap minum ini," ujar Iwan.
Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu perubahan perilaku di lingkungan sekolah. Terutama dalam mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang selama ini masih menjadi persoalan lingkungan.
Baca Juga:Lawan Tim Debutan di Piala Dunia, Mikel Merino Minta Timnas Spanyol Tak Anggap Remeh Tanjung Verde
"Mesin air siap minum untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare ini sekaligus menjadi bentuk dukungan konkret kami terhadap kampanye go green, terutama dalam mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan plastik sekali pakai," kata Iwan.
Di sisi lain, kebutuhan akses air minum yang aman dan mudah dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah berbasis asrama. Aktivitas siswa yang berlangsung sepanjang hari membuat kebutuhan konsumsi air bersih dan higienis menjadi sangat tinggi.
Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare Ahmad Riziq Mubarok menilai bantuan tersebut relevan dengan kebutuhan sekolah yang menerapkan sistem boarding school.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
