
Ilustrasi pelecehan seksual. (Istimewa)
JawaPos.com - Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) mencuat ke publik. Parahnya, terduga pelaku juga disebut menceritakan kejadian yang dialami dua korban kepada sejumlah orang.
Berdasarkan keterangan akun Instagram BEM Fakultas Hukum UAD, peristiwa itu diduga terjadi pada Mei 2026. Seorang mahasiswa berinisial ACR diduga melakukan pelecehan seksual terhadap dua mahasiswi berinisial FM dan ASM yang tergabung dalam kelompok KKN yang sama.
"Terduga pelaku juga disebut menceritakan kejadian yang dialami korban kepada sejumlah orang. Tindakan tersebut diduga tidak hanya memperburuk dampak psikologis yang dialami korban, tetapi juga berpotensi mencemarkan nama baik serta merendahkan harkat dan martabat korban," tulis unggahan akun Instagram BEM FH UAD, dikutip Senin (13/7).
Korban disebut telah berupaya menempuh mekanisme internal dengan melaporkan dugaan tersebut kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD. Namun, menurut keterangan yang disampaikan, penanganan yang dilakukan dinilai belum menghasilkan tindakan maupun sanksi yang tegas terhadap terduga pelaku.
Karena merasa belum memperoleh penyelesaian yang memberikan rasa keadilan, korban akhirnya memilih melanjutkan perkara melalui jalur hukum. Dengan pendampingan LKBH Adilah Noto Nagoro, korban melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum sesuai wilayah hukum masing-masing.
Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa penyelesaian perkara sebelumnya sempat diarahkan melalui mediasi tertutup. Korban mengaku disarankan agar tidak membawa perkara ke ranah hukum dan bahkan sempat menerima tuduhan melakukan pemerasan terhadap terduga pelaku.
BEM Fakultas Hukum UAD menyebut dugaan pelecehan yang terjadi berulang selama kegiatan KKN telah menimbulkan trauma psikis bagi para korban. Selain berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan, korban juga meminta pihak universitas mengambil langkah disiplin apabila dugaan pelanggaran terbukti.
"Kami berharap UAD sebagai instansi pendidikan harus melakukan tindakan memutus hubungan kemahasiswaan terhadap pelaku pelecehan seksual. Langkah tersebut dipandang penting untuk memberikan perlindungan kepada civitas akademika, mencegah terulangnya kejadian serupa, serta memastikan lingkungan kampus menjadi tempat yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual," tutup pernyataan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
