
Ilustrasi NASA.
JawaPos.com - Seorang siswa SD asal Kecamatan Kemusu, Boyolali, Ibrahim Al Abrar, berhasil meraih Letter of Recognition (LOR) dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Di balik pencapaian tersebut, siswa kelas 6 SDN Geneng 3 Kemusu itu ternyata belajar coding secara otodidak sejak kelas 3 SD dengan memanfaatkan YouTube dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ibrahim mendapatkan penghargaan dari NASA usai menemukan celah kerentanan pada sistem digital resmi lembaga tersebut.
Ayah Ibrahim, Aminudin Salas mengatakan bahwa putranya mulai mempelajari dasar-dasar coding secara mandiri sebelum akhirnya tertarik mendalami dunia cyber security pada awal 2026. Berbekal kemauan belajar dan bantuan AI untuk berdiskusi, Ibrahim mampu mengembangkan kemampuannya hingga menemukan celah keamanan pada sistem digital resmi NASA.
"Terus di awal 2026 kemarin itu mulai tertarik belajar cyber security," ujar Aminudin seperti dikutip dari Radar Solo, Sabtu (18/7).
Aminudin yang sehari-hari mengajar program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu mengaku tidak memiliki keahlian di bidang keamanan siber. Karena itu, seluruh proses belajar putranya lebih banyak dilakukan secara mandiri melalui internet dan komunitas daring.
"Kalau saya background-nya jaringan, network IT. Kalau coding sama cyber security saya kurang menguasai. Jadi dia benar-benar otodidak, sama ada kakak-kakak online yang ngirimi tutorial," katanya.
Pada awalnya, Ibrahim hanya menggunakan telepon genggam untuk belajar dan mencoba menulis kode program. Melihat keterbatasan perangkat tersebut, kedua orang tuanya kemudian membelikan komputer bekas agar proses belajarnya lebih nyaman.
"Pokoknya yang penting positif didukung," kata Aminudin.
Kemampuan yang dipelajari Ibrahim akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil menemukan celah keamanan berupa broken link hijacking pada salah satu situs resmi NASA dan melaporkannya melalui program NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP) di platform Bugcrowd.
Laporan tersebut membutuhkan proses verifikasi hampir dua bulan. Sebelum diterima, Ibrahim sempat beberapa kali mengirimkan laporan yang ditolak karena dinilai sebagai duplikat. Baru pada laporan ketiga, temuannya dinyatakan valid dan diganjar Letter of Recognition yang diterima pada 9 Juli 2026.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
