
Director of Research, English, Cambridge University Press & Assessment, Dr Evelina Galacz (Cambridge)
JawaPos.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan sekolah membutuhkan kebijakan yang melibatkan guru secara langsung.
Pengajar perlu mendapat pelatihan berkelanjutan agar mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif sekaligus mengajarkan penggunaannya secara bertanggung jawab kepada siswa.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam laporan terbaru Cambridge University Press & Assessment (Cambridge) berjudul Shaping AI Policy and Practice in English Language Teaching.
Laporan itu menyoroti pentingnya kolaborasi antara pembuat kebijakan, guru, dan peserta didik dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran.
Director of Research, English, Cambridge University Press & Assessment Dr Evelina Galaczi, mengatakan perkembangan teknologi yang pesat membuat kebijakan pendidikan kerap tertinggal. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesenjangan pengetahuan dan penerapan AI yang tidak konsisten di sekolah.
“Kebijakan sering kali kesulitan mengikuti pesatnya perkembangan teknologi, sementara guru dituntut untuk terus beradaptasi,” ujar Evelina.
Menurut dia, guru di Indonesia dan berbagai negara lainnya sering kali harus membangun pemahaman praktis mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab tanpa arahan kebijakan yang memadai. Karena itu, pembuat kebijakan perlu memberikan dukungan yang lebih terstruktur kepada para pendidik.
Cambridge menyusun laporan tersebut berdasarkan praktik para pengajar bahasa Inggris di berbagai negara yang telah mengadopsi generative AI (GenAI), serta merujuk pada penelitian sebelumnya mengenai penggunaan AI oleh guru.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022