
Timnas Ghana. (instagram @blackstarofghana_)
JawaPos.com - Timnas Ghana datang ke panggung Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar untuk mengembalikan kejayaan masa lalu. Publik tentu belum lupa bagaimana skuad berjuluk The Black Stars itu nyaris mencetak sejarah sebagai negara Afrika pertama yang menembus semifinal pada edisi 2014.
Sayangnya, setelah kegemilangan tersebut, Langkah timnas Ghana selalu terhenti di fase grup, seperti yang terjadi pada edisi piala dunia Qatar 2022. Kini, berbekal generasi baru yang sedang bersinar di Eropa, mampukah mereka mengulangi keajaiban 16 tahun lalu di tanah Amerika Utara?
Setelah sempat terpuruk dalam beberapa tahun terakhir, timnas Ghana akhirnya kembali menemukan ritme permainan ciamik, seperti yang mereka pertontonkan di babak kualifikasi. Ghana meraup 25 poin dari delapan kemenangan dan satu imbang.
Keberhasilan ini tak lepas dari solidnya lini pertahanan yang hanya kebobolan enam kali dan mencatatkan tujuh clean sheet. Ironisnya, performa apik tersebut tak mampu menyelamatkan kursi pelatih Otto Addo yang harus rela digantikan Carlos Queiroz, tepat dua bulan sebelum turnamen.
Ghana diprediksi akan langsung mengincar poin penuh pada laga pembuka saat menghadapi Panama di BMO Field, Toronto, pada 18 Juni 2026. Kemenangan di laga pertama ini amat krusial, karena mereka akan menghadapi dua raksasa setelahnya.
Ujian sesungguhnya baru akan tersaji saat mereka meladeni kekuatan Inggris, di Gillette Stadium pada 24 Juni 2026. Empat hari setelahnya, mereka akan menentukan nasib dalam pertarungan hidup-mati kontra spesialis turnamen, Kroasia.
Baca Juga:Hasil Lengkap Veda Ega Pratama di Mugello! Rekor Gila Ini Bikin Moto3 Italia 2026 Makin Membara
Sorotan utama di lini serang akan tertuju pada bintang Tottenham Hotspur, Mohammed Kudus. Striker berusia 25 tahun ini merupakan sosok pahlawan yang mencetak gol kemenangan penentu lolosnya Ghana ke Piala Dunia.
Gelandang veteran Leicester City, Jordan Ayew, diyakini akan tetap menjadi motor utama dalam membangun serangan. Meski sudah menginjak usia 34 tahun, visi bermainnya masih tergolong tajam, terbukti dengan torehan tujuh assist selama kualifikasi.
Auxerre, Elisha Owusu akan menjadi andalan di lini tengah. Berdasar data Squawka, gelandang berusia 28 tahun ini adalah mesin perebut bola dengan rata-rata 2,6 tekel per laga di Ligue 1. Hanya saja, dia harus berhati-hati karena dikenal sebagai pemain yang rawan terkena kartu kuning.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
