
Timnas Panama. (instagram @fepafut)
JawaPos.com - Timnas Panama kembali mencicipi gemerlap panggung Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka, pada edisi 2026 ini. Tampil di benua mereka sendiri, skuad berjuluk Los Canaleros itu mengusung misi besar untuk memperbaiki catatan mereka pada debutnya di Rusia 2018.
Kala itu, Panama menjadi bulan-bulanan di Grup G dengan menelan tiga kekalahan beruntun, dan kebobolan 11 kali. Meski tak mendapat ekspektasi selangit, Panama tentu ingin memberikan kejutan dalam peta persaingan Grup L yang terbilang berat bagi mereka.
Kejutan dari Panama memang bisa terlihat menyusul performa apik mereka di kualifikasi zona CONCACAF. Mereka menjadi pemuncak klasemen grup, dengan rekor tak terkalahkan lewat tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Soliditas di sektor pertahanan menjadi resep rahasianya, lantaran hanya kebobolan empat gol sepanjang kualifikasi. Itu menjadi modal krusial bagi Los Canaleros saat menghadapi Inggris, Kroasia, dan Ghana yang memiliki agresivitas tinggi.
Kampanye Panama pada edisi kali ini akan dimulai dengan menghadapi Ghana selaku wakil Afrika, pada 18 Juni. Laga pembuka ini diprediksi akan menjadi kesempatan terbesar mereka untuk mendulang poin bersejarah pertamanya di Piala Dunia.
Setelah itu, Panama dijadwalkan meladeni runner-up Piala Dunia 2018, Kroasia. Ujian terberat baru akan tersaji di laga pamungkas, saat mereka harus terbang ke Amerika Serikat untuk menghadapi Inggris, tim yang pernah membantai mereka 6-1 delapan tahun silam.
Untuk urusan mencetak gol, harapan terbesar Panama bertumpu pada pundak , Jose Fajardo. Pemain yang sukses mencetak gol kemenangan bersejarah atas Amerika Serikat di Copa America 2024 ini telah menyumbangkan 17 gol untuk negaranya, termasuk tiga gol di kualifikasi.
Di sektor sayap, Panama memiliki senjata mematikan dalam diri Amir Murillo yang kini merumput bersama Olympique Marseille. Murillo akan menjadi dinamo di sisi sayap, yang memegang peran penting dalam stabilitas transisi.
Sorotan utama di lini tengah akan tertuju pada sosok jenderal lapangan sekaligus sang kapten, Anibal Godoy. Gelandang bertahan ini adalah pemegang rekor caps terbanyak sepanjang masa Panama. Sejak melakoni debutnya pada 2010 lalu, dia telah melakoni lebih dari 150 penampilan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
