
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Menjelang Piala Dunia 2026 pada 11 Juni, FIFA membuat perubahan kebijakan yang langsung memicu perdebatan di kalangan suporter. Badan sepak bola dunia tersebut mengonfirmasi bahwa penonton tidak lagi diizinkan membawa botol minuman yang dapat digunakan kembali ke dalam stadion selama turnamen berlangsung.
Keputusan itu diambil hanya sepekan sebelum kick-off kompetisi dimulai. Melansir BBC, kebijakan baru ini menjadi sorotan karena sebelumnya FIFA justru mengizinkan penonton membawa botol plastik kosong yang transparan dengan kapasitas hingga satu liter.
Dalam aturan stadion yang lama, disebutkan untuk menghindari keraguan, botol plastik kosong, transparan, dan dapat digunakan kembali, dengan kapasitas hingga (1 liter), boleh dibawa masuk ke stadion. Namun kini, botol minum, gelas, toples, hingga kaleng resmi masuk dalam daftar barang terlarang.
FIFA menjelaskan bahwa perubahan aturan tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen. Benda-benda seperti botol dan kaleng berpotensi digunakan sebagai proyektil yang dapat dilempar ke lapangan maupun ke area penonton lainnya.
"FIFA berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua pemain, wasit, penggemar, sukarelawan, dan staf," kata badan sepak bola dunia tersebut dalam pernyataan resminya.
Meski melarang botol dari luar, FIFA memastikan bahwa penonton tetap dapat membeli air minum di dalam stadion. Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa harga air minum akan mengikuti standar harga yang berlaku di masing-masing stadion dan tidak akan dikenakan biaya tambahan khusus selama Piala Dunia berlangsung.
Baca Juga:Dalberto Resmi Bergabung ke DPMM FC, Eks Mesin Gol Arema Siap Ramaikan Liga Super Malaysia
Keputusan ini datang pada saat yang kurang ideal. Sebelumnya, sejumlah ilmuwan telah memperingatkan bahwa langkah-langkah perlindungan terhadap suhu panas yang disiapkan untuk Piala Dunia 2026 masih belum memadai. Menurut berbagai kajian, suhu di 14 dari 16 stadion yang digunakan selama turnamen diperkirakan dapat mencapai tingkat yang berpotensi membahayakan kesehatan penonton.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, FIFA menyatakan telah menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan untuk membantu penggemar menghadapi cuaca panas. FIFA bekerja sama dengan setiap panitia kota tuan rumah dan otoritas lokal mengenai faktor-faktor mitigasi panas bagi para penggemar yang datang ke stadion.
Yakni mencakup sumber daya seperti stasiun penyemprotan air, kipas angin, stasiun hidrasi, tenda pendingin, dan banyak lagi di sekitar area stadion. Sementara itu, di area stadion, harga botol air untuk Piala Dunia FIFA 2026 akan tetap konsisten dengan acara-acara lain yang diadakan di setiap stadion."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
