
Legenda sepak bola dunia Maradona bawa Timas Argentina raih tropi Piala Dunia 1986. (Istimewa)
JawaPos.com - Final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Jerman Barat masih dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis dalam sejarah sepak bola. Pertandingan yang digelar di Stadion Azteca, Meksiko, itu menghadirkan hampir semua elemen yang membuat sepak bola dicintai yaitu gol, comeback, tekanan, pengorbanan, hingga momen kejeniusan yang menentukan hasil akhir.
Argentina datang ke partai puncak dengan status favorit berkat performa luar biasa Diego Maradona sepanjang turnamen. Namun, di laga final, sang kapten tidak mendapatkan kebebasan seperti biasanya. Gelandang Jerman Barat Lothar Matthaus, menjalankan tugas khusus untuk mengawal Maradona ke mana pun dia bergerak.
Sepanjang pertandingan, strategi tersebut cukup berhasil. Maradona tidak banyak menciptakan aksi individu yang menjadi ciri khasnya.
Meski demikian, Argentina tetap mampu membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui Jose Luis Brown. Gol tersebut menjadi lebih istimewa karena Brown sebenarnya bermain dalam kondisi tidak ideal.
Bek tengah Argentina itu mengalami cedera bahu, tetapi tetap bertahan di lapangan demi membantu timnya meraih gelar juara dunia. Bertahun-tahun kemudian, Brown bahkan pernah mengatakan bahwa dirinya rela kehilangan satu lengan jika itu berarti bisa membawa Argentina menjadi juara.
Keunggulan Argentina bertambah pada menit ke-56 melalui Jorge Valdano. Saat skor berubah menjadi 2-0, banyak pihak mulai yakin trofi Piala Dunia akan segera menjadi milik Albiceleste.
Namun, Jerman Barat belum menyerah. Tim asuhan Franz Beckenbauer menunjukkan karakter luar biasa dengan bangkit pada fase akhir pertandingan.
Karl-Heinz Rummenigge memperkecil ketertinggalan pada menit ke-74 sebelum Rudi Voller menyamakan kedudukan menjadi 2-2 tujuh menit kemudian.
Dalam sekejap, suasana pertandingan berubah total. Pendukung Jerman Barat kembali percaya, sementara publik Argentina dibuat cemas melihat keunggulan yang sebelumnya terlihat aman menghilang begitu saja.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
