Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 16.19 WIB

Meksiko vs Afrika Selatan Diwarnai 3 Kartu Merah, Apakah Aturan Piala Dunia 2026 Makin Ketat?

Tiga kartu merah dikeluarkan dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko versus Afrika Selatan. (Istimewa) - Image

Tiga kartu merah dikeluarkan dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko versus Afrika Selatan. (Istimewa)

JawaPos.com - Selama beberapa edisi terakhir, Piala Dunia dikenal semakin ramah terhadap para pemain. Jumlah kartu merah menurun drastis dibandingkan era-era sebelumnya, membuat pertandingan lebih banyak ditentukan oleh kualitas permainan ketimbang drama pengusiran pemain. Namun, semua itu seolah berubah pada laga pembuka Piala Dunia 2026.

Pertandingan antara Meksiko dan Afrika Selatan yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk El Tri menghasilkan tiga kartu merah, jumlah yang hampir menyamai total kartu merah sepanjang Piala Dunia 2022 yang hanya mencapai empat kartu.

Situasi tersebut langsung memunculkan pertanyaan. Apakah FIFA dan para wasit kini menerapkan aturan yang lebih ketat? Jawabannya belum tentu.

Era Pierluigi Collina Justru Membuat Kartu Merah Berkurang

Melansir BBC, sejak Pierluigi Collina ditunjuk sebagai kepala wasit FIFA pada 2017, pendekatan terhadap kartu merah justru berubah.

Pria asal Italia itu berulang kali menekankan pentingnya keadilan bagi kedua tim. Menurutnya, pemain hanya seharusnya dikeluarkan dari lapangan apabila mereka benar-benar melakukan pelanggaran yang layak mendapatkan kartu merah.

Salah satu perubahan terbesar terlihat pada penerapan aturan menggagalkan peluang mencetak gol atau Dogso. Jika sebelumnya pelanggaran seperti itu hampir selalu berujung kartu merah, kini wasit memiliki ruang interpretasi yang lebih besar.

Hasilnya terlihat jelas. Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar sama-sama hanya menghasilkan empat kartu merah sepanjang turnamen. Karena itu, tiga kartu merah dalam satu pertandingan pembuka tentu terasa sangat mencolok.

Kartu Merah Pertama Nyaris Tak Menimbulkan Perdebatan

Pengusiran pertama diberikan kepada Siphephelo Sithole setelah menjatuhkan Brian Gutiérrez yang sedang berada dalam posisi berbahaya.

Meski pelanggaran tersebut kemungkinan tidak disengaja, tindakan Sithole dianggap menggagalkan peluang emas Meksiko untuk mencetak gol. Dalam situasi seperti itu, keputusan wasit Wilton Sampaio dianggap cukup jelas dan sulit diperdebatkan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore