
Tiga kartu merah dikeluarkan dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko versus Afrika Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com - Selama beberapa edisi terakhir, Piala Dunia dikenal semakin ramah terhadap para pemain. Jumlah kartu merah menurun drastis dibandingkan era-era sebelumnya, membuat pertandingan lebih banyak ditentukan oleh kualitas permainan ketimbang drama pengusiran pemain. Namun, semua itu seolah berubah pada laga pembuka Piala Dunia 2026.
Pertandingan antara Meksiko dan Afrika Selatan yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk El Tri menghasilkan tiga kartu merah, jumlah yang hampir menyamai total kartu merah sepanjang Piala Dunia 2022 yang hanya mencapai empat kartu.
Situasi tersebut langsung memunculkan pertanyaan. Apakah FIFA dan para wasit kini menerapkan aturan yang lebih ketat? Jawabannya belum tentu.
Baca Juga:Rating Pemain Meksiko vs Afrika Selatan: El Tri Patahkan Kutukan Laga Pembuka Piala Dunia!
Melansir BBC, sejak Pierluigi Collina ditunjuk sebagai kepala wasit FIFA pada 2017, pendekatan terhadap kartu merah justru berubah.
Pria asal Italia itu berulang kali menekankan pentingnya keadilan bagi kedua tim. Menurutnya, pemain hanya seharusnya dikeluarkan dari lapangan apabila mereka benar-benar melakukan pelanggaran yang layak mendapatkan kartu merah.
Salah satu perubahan terbesar terlihat pada penerapan aturan menggagalkan peluang mencetak gol atau Dogso. Jika sebelumnya pelanggaran seperti itu hampir selalu berujung kartu merah, kini wasit memiliki ruang interpretasi yang lebih besar.
Hasilnya terlihat jelas. Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar sama-sama hanya menghasilkan empat kartu merah sepanjang turnamen. Karena itu, tiga kartu merah dalam satu pertandingan pembuka tentu terasa sangat mencolok.
Pengusiran pertama diberikan kepada Siphephelo Sithole setelah menjatuhkan Brian Gutiérrez yang sedang berada dalam posisi berbahaya.
Meski pelanggaran tersebut kemungkinan tidak disengaja, tindakan Sithole dianggap menggagalkan peluang emas Meksiko untuk mencetak gol. Dalam situasi seperti itu, keputusan wasit Wilton Sampaio dianggap cukup jelas dan sulit diperdebatkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022