
Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni. (Istimewa)
JawaPos.com - Timnas Argentina kembali menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Selain membawa ambisi mempertahankan gelar, La Albiceleste juga berpeluang mengantarkan pelatih Lionel Scaloni mencatatkan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola internasional.
Sejak mengambil alih kursi kepelatihan timnas Argentina pada 2018, Lionel Scaloni berhasil mengubah tim yang sempat diragukan menjadi salah satu kekuatan paling dominan di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, dia sukses mempersembahkan empat gelar bergengsi salah satunya piala dunia.
Perjalanan keberhasilan Lionel Scaloni itu dimulai saat timnas Argentina menjuarai Copa America 2021 setelah mengalahkan Brasil di partai final. Gelar tersebut menjadi trofi besar pertama Argentina sejak 1993 sekaligus mengakhiri penantian panjang Lionel Messi bersama tim nasional.
Baca Juga:Prediksi Susunan Pemain Haiti vs Skotlandia: Steve Clarke Tak Ingin Bergantung ke Scott McTominay
Kesuksesan berlanjut pada 2022 ketika Argentina menjuarai Finalissima dengan mengalahkan Italia. Beberapa bulan setelahnya, Scaloni membawa negaranya meraih gelar Piala Dunia 2022 di Qatar melalui final dramatis melawan Prancis.
Dominasi Argentina tidak berhenti di sana. Pada Copa America 2024, mereka kembali tampil konsisten dan berhasil mempertahankan gelar juara, mempertegas status sebagai tim terbaik di kawasan Amerika Selatan.
Kini, Piala Dunia 2026 menjadi target berikutnya. Jika Argentina mampu mempertahankan trofi yang diraih empat tahun lalu, Scaloni akan mencatat sejarah sebagai pelatih pertama yang memenangkan lima turnamen besar internasional secara beruntun.
Baca Juga:Jelang Hadapi Belgia, Timnas Mesir Diminta FIFA Copot 7 Bintang dari Jersey Resmi Piala Dunia 2026
Meski demikian, jalan menuju gelar tidak akan mudah. Persaingan di Piala Dunia 2026 diprediksi lebih ketat dibanding edisi sebelumnya. Sejumlah negara seperti Prancis, Spanyol, Inggris, Brasil, hingga Portugal datang dengan skuad yang lebih matang dan kualitas pemain yang merata di setiap lini.
Argentina sendiri masih memiliki fondasi kuat. Kombinasi pemain senior berpengalaman dengan generasi muda yang terus berkembang membuat tim ini tetap kompetitif.
Selain itu, stabilitas yang terjaga di bawah kepemimpinan Scaloni menjadi salah satu keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara peserta.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
