Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juni 2026 | 07.31 WIB

VAR Mencatat Sejarah Mistaken Identity dalam Laga Timnas Amerika Serikat vs Paraguay, Apa Maksudnya?

Ilustrasi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). (Istimewa) - Image

Ilustrasi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). (Istimewa)

JawaPos.com - Amerika Serikat memulai kiprah mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay. Namun, selain pesta gol tuan rumah, pertandingan di Stadion SoFi juga menghadirkan momen yang membuat para pemain, penonton, hingga komentator kebingungan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, VAR digunakan dalam situasi mistaken identity. Saat Amerika Serikat sudah unggul nyaman 3-0, bek veteran Tim Ream melakukan tekanan terhadap Miguel Almiron di dekat area pertahanan sendiri.

Melansir BBC, wasit asal Belanda, Danny Makkelie, langsung meniup peluit dan memberikan tendangan bebas untuk Paraguay. Ream pun diganjar kartu kuning karena dianggap menjatuhkan Almiron.

Namun, setelah tendangan bebas diambil, wasit mendapat panggilan dari ruang VAR dan diminta melihat ulang insiden tersebut melalui monitor di pinggir lapangan.

Keputusan yang diambil kemudian membuat banyak orang terkejut. Kartu kuning untuk Ream dibatalkan, dan justru Almiron yang menerima kartu kuning karena dianggap melakukan simulasi atau diving.

Apa Itu Aturan Mistaken Identity?

Dalam aturan VAR sebelumnya, kartu kuning pertama tidak dapat ditinjau ulang. VAR hanya bisa digunakan dalam empat situasi, yakni gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas. Karena itulah, keputusan Makkelie sempat memunculkan kebingungan.

Menjelang Piala Dunia 2026, FIFA memperkenalkan sejumlah perubahan regulasi. Salah satu perubahan yang didorong oleh kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, berkaitan dengan kasus mistaken identity.

Aturan baru tersebut memungkinkan wasit mengoreksi keputusan apabila pemain yang menerima kartu ternyata bukan pihak yang melakukan pelanggaran, atau bahkan ketika pelanggaran sebenarnya justru dilakukan oleh pemain lawan.

Dalam kasus ini, Tim Ream dianggap tidak melakukan kontak sama sekali dengan Almiron. Sebaliknya, pemain Paraguay itu dinilai melakukan diving untuk mendapatkan tendangan bebas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore