Gelandang Ghana, Thomas Partey, tidak dapat memasuki Kanada jelang laga Piala Dunia 2026 melawan Panama setelah permohonan visanya ditolak pemerintah Kanada. (Instagram/@thomaspartey5)
JawaPos.com - Kasus yang menimpa Thomas Partey menjelang Piala Dunia 2026 memunculkan pertanyaan besar: mengapa gelandang Ghana itu bisa masuk ke Amerika Serikat, tetapi justru ditolak oleh Kanada?
Jawabannya terletak pada perbedaan aturan imigrasi kedua negara.
Melansir The Graphic, menurut pernyataan resmi Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP), Thomas Partey diizinkan memasuki AS karena ia memiliki visa yang sah dan belum dinyatakan bersalah di pengadilan.
Pihak AS mengakui bahwa mereka mengetahui proses hukum yang sedang dihadapi pemain Villarreal tersebut. Namun, karena Partey masih berstatus terdakwa dan belum mendapatkan vonis, ia tetap dianggap memenuhi syarat untuk memasuki negara itu.
CBP menjelaskan bahwa setiap keputusan dilakukan berdasarkan penilaian kasus per kasus dengan mempertimbangkan informasi hukum, keamanan nasional, dan imigrasi yang tersedia pada saat pemeriksaan.
Dengan kata lain, dalam sistem Amerika Serikat, status "belum terbukti bersalah" menjadi faktor penting.
Situasinya berbeda di Kanada. Berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Perlindungan Pengungsi Kanada, seseorang tidak harus menunggu hingga divonis bersalah untuk bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk ke negara tersebut.
Petugas imigrasi Kanada dapat menolak permohonan visa seseorang apabila mereka menghadapi dakwaan atas pelanggaran yang dianggap serius menurut hukum Kanada.
Artinya, keberadaan dakwaan saja sudah dapat menjadi dasar penolakan. Pemerintah Kanada memiliki kewenangan untuk menilai apakah seseorang berpotensi menimbulkan risiko, bahkan sebelum proses persidangan selesai.
Partey, yang meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Villarreal pada Juni 2025, menghadapi sejumlah tuduhan serius di Inggris.
Pada Juli 2025, ia didakwa atas:
Kemudian pada Februari 2026, dua dakwaan tambahan terkait pemerkosaan yang diduga terjadi pada Desember 2020 juga ditambahkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022